Mengulik Posisi 4 Pemain Keturunan yang Akan Dinaturalisasi: Jadi Pesaing Berat buat Pilar Lokal di Timnas Indonesia

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berpeluang diperkuat sejumlah pemain naturalisasi maupun keturunan yang sedang berkarier di luar negeri saat menghadapi Piala AFF 2020 mendatang. Hal itu tidak terlepas dari keinginan pelatih Shin Tae-yong untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia.

Belum lama ini, Shin Tae-yong mengajukan empat pemain keturunan yang berkarier di luar negeri untuk dinaturalisasi. Ada nama Sandy Walsh, Jordi Amat, dan dua pemain lainnya yang namanya tidak disebutkan kepada Ketua PSSI, Mochamad Iriawan.

"Mereka sudah punya darah Indonesia. Saya sudah mengajukan ke Pak Iriawan. Pak Iriawan berusaha akan membantu," terang Shin Tae-yong pada pelepasan Timnas Indonesia ke Turki pada Kamis (11/11/2021).

Shin Tae-yong sebenarnya menginginkan lebih dari empat pemain keturunan dari Eropa untuk dinaturalisasi demi Timnas Indonesia. Namun, pria berusia 42 tahun itu fokus dengan daftar yang ada lebih dulu.

"Kalau ada empat pemain itu di Timnas Indonesia, pasti timnas akan lebih kuat di Asia Tenggara," jelas arsitek asal Korea Selatan tersebut.

Sebuah dokumen tergeletak di atas meja pengurus PSSI ketika pelepasan Timnas Indonesia ke Turki. Dokumen itu tertulis biodata dua pemain keturunan Indonesia yaitu Jordi Amat dan Sandy Walsh. Nama Mees Hilgers dan Kevin Diks juga memiliki kans untuk dipanggil memperkuat tim Merah-putih.

Cukup menarik apabila keempat pemain yang diinginkan Shin Tae-yong benar datang dan memperkuat Timnas Indonesia. Terutama akan menjadikan persaingan tersendiri dengan para pemain yang sudah di tim.

Berikut ini ulasan menarik Bola.com, untuk kans persaingan posisi jika keempat pemain yang diinginkan Shin Tae-yong resmi datang:

vidio:Alasan PSSI Berangkatkan Timnas Indonesia ke Turki dan Target Piala AFF 2020

Sandy Walsh

Sandy Walsh saat ini masih menunggu proses naturalisasinya rampung sehingga bisa membela Timnas Indonesia. (Instagram/@sandywalsh)
Sandy Walsh saat ini masih menunggu proses naturalisasinya rampung sehingga bisa membela Timnas Indonesia. (Instagram/@sandywalsh)

Bek kanan klub Belgia, KV Mechelen yang ingin membela Timnas Indonesia karena darah dari kakeknya yang lahir di Indonesia. Keinginan Sandy Walsh berseragam Timnas Indonesia bisa segera menjadi kenyaatan.

Lantaran namanya menjadi satu di antara pemain yang diajukan Shin Tae-yong. Sandy Walsh adalah pemain berposisi bek kanan yang cukup terampil. Data dari Transfermarkt, ia tampil sebanyak 75 kali bersama tim KRC Genk, kemudian hijrah ke Zuite Waregem selama tiga musim.

Bersama Zuite Waregem, Walsh mencatat 80 kali penampilan, dan mencetak tiga gol dan empat assist. Kemudian Sandy kembali ke KV Mechelen pada 2020, sejauh ini telah bermain 45 laga dengan meyumbang lima gol dan tujuh assist.

Sementara di level timnas, Sandy Walsh rutin memperkuat timnas Belanda pada kelompok umur. Dia membela Timnas Belanda U-15, U-16, U-17, U-18, U-19 hingga Timnas Belanda U-20.

Menempati posisi bek kanan, ia ditunjang skill melewati pemain, maupun melancarkan tekel bersih. Ia bakal menjadi pesaing utama untuk Asnawi Mangkualam untuk memperebutkan posisi bek sayap kanan.

Jordi Amat

Jordi Amat ketika membela Rayo Vallecano. (AFP/BENJAMIN CREMEL).
Jordi Amat ketika membela Rayo Vallecano. (AFP/BENJAMIN CREMEL).

Saat ini, Jordi Amat bermain untuk Eupen, tim kontestan Belgian First Division A atau kasta teratas dari Liga Belgia. Jordi Amat membela Eupen sejak 2020 setelah pindah dari Rayo Vallecano.

Pemain berusia 29 tahun tersebut cukup banyak memiliki pengalaman, terutama dalam kariernya di Spanyol. Tercatata sebanyak 123 kali beraksi di La Liga bersama Rayo Vallecano, Espanyol, dan Real Betis.

Tidak cukup sampai di situ, Jord Amat juga punya karier salama lima tahun membela Swansea City pada 2013-2018 dan membukukan 52 partai di Liga Inggris.

Sementara di Timnas kelompok usia, Jordi Amar pernah bermain untuk Spanyol U-19, U-20, dan U-21. Ia pernah bekerjasama dengan Luis Milla ketika di Timnas Spanyol U-21 pada tahun 2011.

Jordi Amat berposisi sebagai bek tengah yang memiliki ketenangan membaca serangan lawan. Ia berpotensi menjadi pilihan yang tepat untuk pos bek sentral, berduet dengan Elkan Baggott.

Sekaligus menjadi pesaing utama bagi bek-bek lokal seperti Rachmat Irianto, Rizki Ridho, Fachrudin Aryanto, atau pemain naturalisasi Victor Igbonefo.

Mees Hilgers

Sosok Mees Hilgers bisa menambah daftar pemain keturunan yang mungkin dipanggil Shin Tae-yong. Pemain yang berusia 20 tahun ini memang punya darah Indonesia.

Dia mengaku ibunya adalah orang asli Indonesia yaitu berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Hilgers merupakan kelahiran kota Amersfoort, Belanda, pada 13 Mei 2001.

Bakat Mees Hilgers tercium oleh talent scout dari FC Twente saat usianya menginjak 10 tahun. Sejak saat itulah karier sepak bola Hilgers semakin berkembang bersama FC Twente.

Terhitung hingga tahun ini, Hilgers sudah bersama FC Twente selama 9 musim. Kerja kerasnya di sana akhirnya terbayar ketika mendapat kontrak profesional pertama kalinya dari FC Twente pada 2018.

Dalam 2 musim terakhir, dia tergabung dalam skuat U-19. Dia kini tengah diproyeksikan untuk naik kelas ke tim U-21 atau dikenal dengan Jong Twente.

Karier Hilgers bersama FC Twente pun terbilang cukup gemilang. Hingga akhirnya, pemain yang kini berusia 19 tahun ini berkesempatan untuk mengikuti seleksi Tim Nasional Belanda U-18 pada tahun lalu.

Tak hanya itu, kemampuan apik Hilgers juga membuatnya bisa menembus tim utama FC Twente. Dia menjalani debut di Liga Belanda pada Desember 2020 saat mengalahkan Ajax 2-1.

Memasuki musim 2021/22, kesempatab Mees Hilgers bermain di tim utama semakin banyak. Dia sudah bermain 11 kali di Liga Belanda musim ini dengan mencetak 1 gol.

Selama ini Mees Hilgers biasa dimainkan sebagai bek tengah, namun dia pun beberapa kali bermain sebagai bek sayap baik di kiri maupun kanan. Nama Mees Hilgers kian menambah persaingan di lini belakang tim Merah-putih jika resmi dipanggil Shin Tae-yong nantinya.

Kevin Diks

Kevin Diks ketika tampil bersama Feyenoord menghadapi FC Twente pada 13 Agustus 2017. (Olaf KRAAK / ANP / AFP)
Kevin Diks ketika tampil bersama Feyenoord menghadapi FC Twente pada 13 Agustus 2017. (Olaf KRAAK / ANP / AFP)

Nama Kevin Diks sudah lama masuk dalam radar pelatih Shin Tae-yong. Pemain keturunan Indonesia-Belanda itu merupakan seorang bek dengan pengalaman segudang di daratan Eropa.

Kevin Diks lahir di Apeldoorn, Belanda, 6 Oktober 1996. Darah Maluku, Indonesia, mengalir di dalam tubuhnya yang berasal dari kakek dan neneknya.

Pada tahun 2002 dia mengasah talentanya di VIOS Vaassen hingga 2004. Bakatnya ikut dilirik Vitesse pada musim 2014 hingga 2016. Tim Liga Italia, Fiorentina merekrutnya pada bursa transfer musim panas 2016 silam, meski dipinjamkan ke klub lamanya selama enam bulan.

Diks kemudian banyak dipinjamkan ke Feyenoord dan Empoli. Hingga ia bermain untuk Aarhus GF hingga Juni 2021. Kevin Diks kini resmi membela klub asal Denmark, FC Kopenhagen, sejak Juli lalu. Dia pun telah mengoleksi tujuh gol dan delapan assist dari 26 laganya di Kopenhagen.

Mantan Bek Timnas Belanda U-21 itu kini menjadi incaran Shin Te-yong. Kehadiran Kevin Diks tentunya akan semakin memperkuat Timnas Indonesia. Apalagi Diks merupakan pemain yang cukup versatile. Meski berposisi asli sebagai bek kanan, ia juga bisa mengisi pos bek kiri dan gelandang bertahan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel