Mengulik Teknologi Semi Otonom Wuling Almaz RS

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bukan Wuling namanya jika tidak membuat kejutan saat menghadirkan produk baru. Ya, harga dan teknologi baru kembali menjadi poin penting yang dikedepankan pabrikan asal Tiongkok tersebut saat memperkenalkan produk anyar.

Wuling seakan tidak ingin melepas sebagai predikat pabrikan yang tidak pelit fitur serta menawarkan produk dengan harga yang sangat kompetitif.

Seperti diketahui, Wuling Motors belum lama ini meluncurkan Wuling Almaz RS. Flagship model Wuling Almaz ini hadir dalam dua varian, yakni EX dan Pro. Untuk Almaz RS EX terdiri dari pilihan 5-seats dan 7-seats, sementara Almaz RS Pro hanya tersedia 7-seats.

Dari sisi harga, SUV dengan segudang fitur ini memiliki banderol yang cukup mengejutkan karena tidak sampai Rp 400 juta. Rinciannya, Almaz RS tipe Exclusive 5-seats dibanderol Rp 355,8 juta, tipe Exclusive 7-seats Rp 365,8 juta dan Rp 370,8 juta untuk Almaz RS Pro 7-seats.

Sebagai perkenalan, Wuling memberikan harga spesial yang berlaku sejak 29 Maret hingga 30 April 2021. Tak tanggung-tanggung, potongannya sampai Rp 16 juta.

Detailnya, banderol Almaz RS Exclusive 5-seats menjadi Rp 340,8 juta, Exclusive 7-seats Rp 350,3 juta dan Pro 7-seats Rp 354,8 juta. Harga tersebut berstatus on the road Jakarta. Dan pada 1 Mei 2021 harga akan kembali normal.

Selain harga, hal menarik dari Almaz RS adalah beragam fitur baru yang dihadirkan. Selain Wuling Indonesian Command (WIND), Almaz RS dibekali inovasi terkini yakni Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE) yang terdiri dari Advanced Driving Assistant System (ADAS) dan Internet of Vehicle (IoV).

Pembahasan mengenai IoV selengkapnya bisa dibaca di sini. Dan kali ini Liputan6.com akan mengulas seputar ADAS yang merupakan bagian dari teknologi WISE.

Untuk diketahui, ADAS sendiri terdiri dari tiga kategori, di antaranya Adaptive Cruise, Lane Recognition, dan Safe Distance & Braking Assistance.

Pada kategori Adaptive Cruise, terdapat beberapa fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Bend Cruise Assistance (BCA), Traffic Jam Assistance (TJA), dan Intelligent Cruise Assistance (ICA).

Fitur ACC bisa diaktifkan melalui tombol yang berada di lingkar kemudi. Petunjuk jika fitur tersebut telah aktif bisa dilihat pada layar instrument cluster.

Jika layanan Adaptive Cruise ini sudah aktif, ada beragam keuntungan yang bakal dirasakan pengemudi. Terutama bagian kaki karena penggunaan pedal gas dan rem akan berkurang.

Cara Kerja

Begini gambarannya. Saat fitur ACC diaktifkan, maka Almaz RS secara otomatis akan melaju menyesuaikan kecepatannya dengan kecepatan kendaraan di depannya. Tak perlu khawatir jarak dengan mobil di depan terlalu dekat karena sistem telah mengatur agar menjaga jarak aman. Fitur ini dapat bekerja pada kecepatan 0-150 km/jam.

Kami sempat mencobanya beberapa waktu lalu di kawasan Ancol, Jakarta Utara, dengan lebih dulu menyeting kecepatan di angka 45 km/jam. Hasilnya Almaz RS otomatis melaju sendiri meski pedal gas tak diinjak dan mengikuti kecepatan mobil di depan.

Namun saat mobil di depan melaju lebih kencang, mobil tidak serta-merta mengikuti kecepatannya karena sistem akan membatasi kecepatan mobil agar sesuai dengan pengaturan di awal dan mobil secara konsisten melaju di kecepatan 45 km/jam.

Tentu saja fitur ini cukup menguntungkan jika diterapkan saat berkendara di jalan bebas hambatan. Kerja kaki menjadi lebih ringan karena tidak melulu menginjak pedal gas dan rem.

Menariknya, kecepatan bisa secara otomatis berkurang apabila mobil memasuki tikungan. Ini bisa terjadi karena fitur BCA aktif.

Namun perlu diingat dan dipahami, saat masuk tikungan sebaiknya tekan pedal rem untuk menonaktifkan fitur ACC. Pasalnya jika tidak dimatikan mobil akan melaju sendiri sesuai kecepatan yang disetting. Tentu ini akan membahayakan bagi diri sendiri dan juga orang lain.

Keuntungan lain yang ditawarkan Adaptive Cruise adalah Traffic Jam Assistance (TJA), dan Intelligent Cruise Assistance (ICA). Keduanya memiliki fungsi untuk membantu menjaga jarak aman Almaz RS dengan kendaraan di depannya baik dalam kondisi lalu lintas padat maupun lancar.

Almaz RS Bisa Nyetir Sendiri

Bersamaan dengan penggunaan Adaptive Cruise, kami juga mencoba Lane Recognition yang terdiri dari dua fitur, yakni Lane Departure Warning (LDW) dan Lane Keep Assistance (LKA).

Untuk mengaktifkan layanan Lane Recognition harus lebih dulu menekan tombol yang berada di paling kanan dasbor. Masih dalam satu panel pengaturan kaca spion, tombol tersebut menggambarkan sebuah mobil yang berada di antara garis putus-putus.

Jika fitur ini sudah aktif, maka akan muncul tanda yang serupa dengan tombol di instrument cluster. Agar lebih mudah terbaca, Wuling menandakannya dengan lampu indikator berwarna hijau.

Untuk diketahui, fitur ini memungkinkan Almaz RS mengendalikan "dirinya sendiri". Boleh dikatakan seperti fitur semi otonom karena mobil bisa melaju sendiri mengikuti garis jalan tanpa diarahkan oleh tangan melalui lingkar kemudi.

Dengan pintarnya, fitur LDW akan memberikan peringatan manakala kendaraan keluar jalur tanpa dikehendaki. Sementara fitur LKA secara otomatis akan mengoreksi arah kemudi untuk kembali ke lajur yang aman.

Tentu saja, agar fitur ini mampu bekerja maksimal, mobil harus berada di jalan dengan markah yang jelas supaya terbaca oleh sensor radar. Dan memanfaatkan fitur ini di jalan bebas hambatan tentu akan semakin meringankan tugas tangan dan kaki pengemudi.

Tapi ingat, fokus berkendara harus selalu terjaga. "Fitur-fitur ini memang untuk memberikan kemudahan tapi kita (pengendara) tidak boleh terlalu ketergantungan karena pengendali utama kendaraan tetap ada di pengemudi," kata Yudi dari Safety Driving Consultan Indonesia saat mendampingi kami menjajal Wuling Almaz RS dalam sebuah acara media first drive.

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: