Mengungkap Keterlibatan Gereja Unifikasi dalam Motif Pembunuhan Shinzo Abe

Merdeka.com - Merdeka.com - Motif pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang disebutkan pelaku Tetsuya Yamagami menyeret nama Gereja Unifikasi. Yamagami mengatakan organisasi pergerakan keagamaan yang anggotanya biasa disebut Moonies itu telah membuat keluarganya bangkrut dan dia meyakini Abe mendukung organisasi itu di Jepang.

Gereja Unifikasi Jepang membenarkan ibu Yamagami adalah anggota mereka tapi menolak berkomentar soal klaim Yamagami yang menyebut ibunya mendonasikan banyak uang 20 tahun sehingga membuat keluarganya kesulitan keuangan.

Presiden Gereja Unifikasi Jepang Tomihiro Tanaka dalam jumpa pers mengatakan ibu Yamagami menjadi anggota pada akhir 1990-an. Kesulitan keuangan yang dialami keluarga Yamagami terjadi sejak 2002.

Dilansir dari laman the Guardian, Selasa (12/7), nama resmi organisasi itu adalah Family Federation for World Peace and Unification. Organisasi ini didirikan di Korea Selatan pada 1954 oleh Sun Myung Moon, tokoh anti-komunis yang membuat dia dekat dengan politisi konservatif di berbagai belahan dunia, termasuk Jepang.

Moon yang meninggal pada 2012 pernah mengatakan dia mendapat wahyu pada usia 15 tahun dan dia diperintahkan Yesus untuk menjalankan misi mengembalikan kemanusiaan pada kemurnian tanpa dosa.

Pengikut awal gereja itu kemudian efektif menjaring pengikut baru sehingga dari yang awalnya hanya ada 100 misionaris bisa bertambah menjadi 10.000 hanya dalam beberapa tahun.

Gereja Unifikasi ini kemudian lebih sering disebut sekte yang mengumpulkan dana sumbangan dari anggotanya. Mereka juga dikenal dengan penyelenggaraan pernikahan massal di stadion olahraga melibatkan ribuan pasangan yang baru pertama kali bertemu. Organisasi yang menawarkan pandangan tafsir baru terhadap Alkitab ini mengklaim punya 3 juta pengikut di seluruh dunia.

Namun, kata ahli, jumlah anggota mereka kemudian terus menyusut tajam hingga hanya beberapa ratus ribu setelah puncaknya di 1980-an.

Dalam kaitannya dengan Jepang, tak bisa dipisahkan dengan kondisi selepas perang dunia ketika politisi konservatif ingin membangun aliansi untuk mencegah pengaruh komunisme.

Termasuk kakek dari Shinzo Abe, Nobusuke Kishi, yang dilaporkan mendirikan sebuah organisasi yang punya hubungan dengan Gereja Unifikasi.

Di Jepang cabang dari gereja itu didirikan pada 1959 di masa Kishi menjadi perdana menteri. Sejumlah misionaris pun dikirim ke Jepang dan Amerika Serikat untuk menjalin hubungan dengan politisi berpengaruh dan pebisnis terkemuka.

September tahun lalu Abe menyampaikan ucapan selamat melalui sambungan video pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh rekanan dari Gereja Unifikasi.

Abe kemudian menuai kecaman karena berbicara dalam acara yang menjadi rekanan dari gereja tersebut. Tahun lalu pengacara dari orang-orang yang mengaku uangnya lenyap lantaran gereja mengajukan surat protes setelah Abe muncul dalam video ucapan selamat itu. Mereka juga protes ketika Abe mengirimkan telegram kepada perayaan pernikahan massal pada 2006.

Moon yang pindah ke AS pada wal 1970-an menjalin hubungan erat dengan Jepang. Dia sempat sekolah SMA di Tokyo. Moon kemudian didakwa mengemplang pajak di AS pada 1981 dan mendekam 11 bulan di penjara.

Pada 2008 Moon menyerahkan kepemimpinan gereja kepada putra bungsunya, Hyung Jin Moon yang kemudian mendirikan organisasi terpisah, the Sanctuary church, setelah ribut dengan ibunya, Hak Ja Han. Sang ibu kini memimpin Gereja Unifikasi.

Polisi sejauh ini tidak mengumumkan nama organisasi yang dibenci Yamagami karena masalah keuangan keluarganya. Media Jepang juga tidak menyebut nama organisasi itu sampai konferensi pers kemarin. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel