Mengungkap Misteri Penghuni Gorong-Gorong di Bandung

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Sehari setelah ditemukannya lokasi yang diduga menjadi tempat tinggal seseorang di bawah drainase jalan atau gorong-gorong kawasan Djundjunan (Pasteur), penghuni gorong-gorong itu tidak terlihat lagi. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menyatakan penghuni berasal dari luar Bandung.

Kepala Dinsos Kota Bandung Tono Rusdiantono mengatakan, petugas sudah mendatangi lokasi dan menanyakan kepada warga sekitar. Namun, orang yang dicari tak kunjung kembali.

"Mereka bukan warga Kota Bandung. Tinggal di gorong-gorong itu tidak lumrah, tidak lazim, pasti warga luar Kota Bandung," kata Tono, Rabu (25/8/2021).

Menurut Tono, ketika petugas mendatangi lokasi gorong-gorong tersebut, penghuninya sudah tidak ada. Sehingga pihaknya tidak jadi membawa para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tersebut ke rumah singgah atau pusat kesejahteraan sosial (puskesos).

"Sekarang sudah enggak ada. Enggak tahu orangnya ke mana," ucapnya.

Tono menjelaskan, pihaknya memiliki prosedur untuk membawa PMKS ke rumah singgah. Selain itu, pihaknya akan selektif terhadap PMKS yang dikirimkan kepada pihaknya untuk memastikan orang yang benar-benar PMKS atau hanya pura-pura menjadi PMKS.

"Kalau mereka yang benar PMKS Kota Bandung, kita lakukan pembinaan dananya pakai APBD. Tapi harus benar-benar PMKS dari Kota Bandung. Karena saya jarang menemukan PMKS warga Kota Bandung, kebanyakan dari luar Kota Bandung," ungkapnya.

Sebelumnya, petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung menemukan tempat tinggal warga yang bukan peruntukannya di dalam drainase jalan. Saat disidak, petugas mendapati adanya sejumlah barang yang dipakai untuk beristirahat seperti kasur.

Temuan tersebut terjadi saat tim DPU Kota Bandung membersihkan gorong-gorong di Jalan Junjunan pada Selasa (24/8/2021).

Terungkapnya lokasi yang diduga menjadi tempat tinggal warga di gorong-gorong tersebut diketahui berdasarkan unggahan Kepala DPU Kota Bandung, Didi Ruswandi. Melalui akun Instagram pribadinya, @didi_ruswandi mengunggah sebuah video singkat.

"Ini drainase Jalan Junjunan dipakai buat rebahan. Drainase jalannya ya," kata Didi seraya menunjukkan lokasi drainase jalan yang dijadikan tempat tinggal.

Drainase jalan sendiri kurang berfungsi maksimal apabila tersumbat. Oleh karena itu, untuk mencegah banjir di kala hujan turun, petugas DPU membersihkan gorong-gorong.

"Di sana kelihatannya ada yang sengaja menyumbat supaya ini bisa jadi tempat," ucap Didi.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

vidio:Demo Tolak PPKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel