Mengungsi, Warga Cipinang Melayu Jalani Swab Antigen

Hardani Triyoga, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dampak banjir belum surut, warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur mengungsi di Universitas Borobudur. Sebagian wilayah Cipinang Melayu masih tergenang banjir dengan kisaran satu hingga dua meter.

Pihak kepolisian, Kodim, dan Badan Penanggulangan Bencana Daereh (BPBD) DKI Jakarta menggelar swab antigen terhadap warga yang mengungsi di Universitas Borobudur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan, pihaknya bersama Dandim dan BPBD mengecek secara langsung lokasi pengungsian dan proses swab. Protokol kesehatan akan tetap diupayakan di lokasi pengungsian.

"Karena informasinya sampai tanggal 20 Februari cuacanya ekstrem. Oleh sebab itu, kita ingin juga melakukan pelayanan protokol kesehatan, juga melakukan 3T, karena kita menghindari terjadinya kluster baru ditempat pengungsian," kata Erwin, di Universitas Borobudur, Jumat 19 Februari 2021.

Erwin melanjutkan, pihaknya bersama tim medis dari DKI Jakarta melakukan swab antigen terhadap pengungsi. Swab antigen ini dilakukan untuk menghindari penularan COVID-19 di lokasi pengungsian.

"Tadi dari kesehatan Polres bersama kesehatan dari Jakarta melakukan swab antigen ini. Kita swab warga yang mengungsi untuk antisipasi jangan sampai menjadi kluster baru," lanjutnya.

Sebelumnya, ratusan rumah di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur terendam banjir. Curah hujan yang tinggi di ibu kota selama dua hari terakhir membuat Kali Sunter meluap.

Tim SAR gabungan juga sudah mengevakuasi warga Cipinang Melayu yang jadi korban banjir. Tinggi banjir salah satunya di wilayah RW 04 kisarannya 1 meter.

Warga setempat mulai terendam banjir sejak pukul 04.00 WIB, dini hari tadi. Sebagian warga yang tak sempat mengantisipasi banjir, sempat pagi tadi masih bertahan di rumah dan menunggu dievakuasi petugas.

Menurut warga, banjir kali ini yang terparah sejak Januari 2021. Wilayah ini sempat dikunjungi dan dinyatakan bebas banjir oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Banjir ini nggak begitu besar dari tahun kemarin dan pada minggu lalu juga nggak kena banjir, baru kali ini. Banjir karena hujan selama dua hari dan kali di belakang meluap," kata Saiful, seorang warga setempat, Jumat 19 Februari 2021.