Menhub ajak pemda pulihkan penerbangan ke daerah

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemerintah daerah turut membuat stimulus untuk memulihkan penerbangan ke daerahnya sebagai upaya bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjaga keberlangsungan konektivitas udara pascapandemi COVID-19.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama membuat stimulus untuk konektivitas transportasi udara di daerah-daerah, untuk memulihkan kembali sektor penerbangan setelah terdampak COVID-19," kata Menhub dalam rapat koordinasi "Keberlangsungan Konektivitas Transportasi Udara dan Dukungan Pemerintah Daerah" di Jakarta, Selasa.

Menhub mengungkapkan Kemenhub telah melakukan sejumlah upaya pemberian stimulus, seperti biaya kalibrasi penerbangan untuk keperluan kalibrasi peralatan navigasi penerbangan dan peralatan bandar udara, stimulus pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) pada 2020, dan penerapan tarif PNBP sebesar nol rupiah terhadap jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U) pada bandara yang dikelola Kemenhub.

"Kami juga mendorong kehadiran pemda berupa dukungan stimulus pelayanan transportasi udara agar menjamin ketersediaan konektivitas di daerahnya," ujarnya.

Ia mengungkapkan sejumlah pemerintah daerah yang telah melakukan upaya nyata untuk memberikan stimulus yakni di Toraja.

Pemda setempat memberikan jaminan keterisian penumpang atau block seat sekitar 60-70 persen dari total kursi yang tersedia.

Menurut dia, pemprov dan pemkab saling sharing untuk melakukan block seat, sehingga saat ini sudah ada penerbangan dua kali dari Makassar ke Toraja dan sekarang sudah menambah rute ke Balikpapan.

"Pemberian block seat ini bisanya berlangsung 3-4 bulan pertama. Kami harap pemda lain juga melakukan hal yang sama,” katanya.

Lebih lanjut, Menhub menjelaskan, terdapat dua model dukungan yang diberikan pemda yakni model nonstimulus, yakni Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan semua stakeholder berkomitmen melaksanakan perjalanan dengan transportasi udara.

Kedua, model stimulus (insentif), yakni pemda memberikan subsidi biaya operasi pesawat (BOP) dan menjamin sejumlah tertentu tempat duduk yang terjual (block seat).

Selain dukungan pemda, Menhub juga mendorong peran dari operator bandara dan maskapai untuk terus meningkatkan kinerja penerbangannya, di antaranya menambah jam operasional di sejumlah bandara, sehingga pergerakan pesawat dapat lebih banyak dan dari sisi operasional akan lebih efisien.

Ia juga menyampaikan seiring dengan penurunan dan terkendalinya pandemi dan pelonggaran mobilitas dan persyaratan bagi pelaku perjalanan luar negeri dan dalam negeri, ada tantangan baru yang harus dihadapi bersama, di antaranya yaitu permintaan pasar (demand) yang mulai meningkat namun dari sisi ketersediaan (supply) jumlah armada maskapai menurun, kenaikan harga bahan bakar avtur, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada peningkatan biaya operasi penerbangan yang cukup signifikan.

Baca juga: Menhub apresiasi pengaturan penerbangan di KTT G20 berjalan lancar
Baca juga: Menhub: Terus tingkatkan kualitas SDM penerbangan
Baca juga: Menhub: Arab Saudi sepakati pembukaan penerbangan umroh dari Kertajati