Menhub akan dampingi Presiden tinjau Pelabuhan Patimban

Nusarina Yuliastuti

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dijadwalkan akan mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau langsung progres pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (30/11).

"Besok pagi, Presiden Jokowi beserta Menteri Perhubungan Menteri PUPR dan Menteri BUMN akan melakukan tinjauan langsung ke Pelabuhan Patimban. Presiden akan meninjau sejauh mana progres pembangunan pelabuhan ini," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angksawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Pelabuhan Patimban merupakan proyek strategis nasional bekerja sama dengan Jepang, yang tengah dikebut penyelesaiannya oleh Kementerian Perhubungan.

Pembangunan pelabuhan ini, dilakukan untuk memperbaiki kinerja logistik dan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada Juni 2020 akan dilakukan soft opening operasional Pelabuhan Patimban yaitu pengoperasian car terminal atau terminal untuk bongkar muat kendaraan dan terminal peti kemas, yang merupakan bagian dari pembangunan pelabuhan tahap I yang terdiri dari 2 fase. Secara keseluruhan, pembangunan tahap I fase 2 dijadwalkan rampung akhir 2020.

Baca juga: Menhub: Pelabuhan Patimban "soft opening" Juni 2020

Pembangunan Pelabuhan Patimban dilakukan secara bertahap, dimulai pada 2018 dan ditargetkan selesai seluruhnya pada 2027.

Pembangunannya dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3,5 juta peti kemas (TEUS) dan 382.000 kendaraan bermotor (CBU) per tahun.

Tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat hingga 7,5 juta Teus.

Kehadiran Car Terminal di Pelabuhan Patimban ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

Selain itu, Pemerintah berharap dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban secara keseluruhan dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas (ekspor-impor) kendaraan di Tanjung Priok di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi minyak dan gas.
Baca juga: KSP usul jalan tol sodetan dari Tol Cisumdawu ke Pelabuhan Patimban