Menhub apresiasi buku foto karya Dharma Wanita Ditjen Perkeretaapian

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi peluncuran buku foto "Stasiun Perkeretaapian Indonesia" karya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Kemenhub) sebagai upaya melestarikan sejarah kereta api di Indonesia.

"Saya mengapresiasi karena bangsa ini membutuhkan upaya-upaya yang bernilai, termasuk karya seni. Di tengah kesibukannya, masih mau mendedikasikan diri pada seni. Ini bisa menjadi contoh," kata Menhub saat memberikan sambutan pada peluncuran Buku Foto Stasiun di Jakarta, Selasa.

Menhub mengatakan bahwa kehadiran buku sangat penting untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat.

Baca juga: Menhub terus dorong efisiensi biaya logistik pelayaran di Indonesia

Menurut dia, banyak hal yang masih perlu ditunjukkan kepada masyarakat tentang sejarah maupun informasi di sektor transportasi.

Menhub meminta buku foto tersebut dapat menjadi contoh bagi Direktorat Jenderal lain di bawah Kemenhub untuk ikut berkarya, dan turut berkontribusi dalam bidang seni.

"Saya mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, jangan ada sekat karena sekat itu menghambat. Dharma wanita di Ditjen lainnya bisa meniru belajar menjadi fotografer," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Ditjen Perkeretaapian Uci Zulfikri menyampaikan bahwa "Buku Stasiun Perkeretaapian Indonesia" dibuat untuk mendokumentasikan bangunan dan sejarah kereta api dalam bentuk foto.

Uci mengatakan, keberadaan stasiun di Indonesia turut menjadi bagian dalam perjalanan bangsa karena sebagian bangunan merupakan peninggalan zaman Belanda.

"Ini kan potensi yang besar, baik secara arsitektur maupun sejarahnya. Mulai dari yang peninggalan Belanda hingga yang dibangun Kementerian Perhubungan," katanya.

Baca juga: Menhub minta INACA bersinergi pulihkan industri penerbangan

Istri dari Direktur Jenderal Perkeretaapian periode 2017-2022, Zulfikri itu, mengungkapkan bahwa Buku Stasiun berisi 365 halaman yang mendokumentasikan sekitar 160 stasiun di seluruh Indonesia.

Fotografer yang turut menyumbangkan karyanya antara lain Uci Zulfikri dan sejumlah fotografer perempuan, serta komunitas fotografi yang dimulai sejak Maret 2022.

"Ini buku foto yang sederhana, gayanya Ibu-Ibu, harapannya suatu saat bisa disempurnakan, tidak berhenti karena pembangunan stasiun kan berjalan terus," katanya.

Ia menambahkan, buku tersebut juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi generasi muda untuk mengetahui keberadaan stasiun, melestarikan, dan terus merawatnya.