Menhub Bakal Perpanjang Rute KRL Yogyakarta-Solo hingga ke Madiun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kota Surakarta atau Solo digadang-gadang memiliki potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Guna menunjang hal itu, aspek transportasi juga dipandang jadi satu hal penting yang perlu ikut dikembangkan.

Salah satu moda transportasi yang jadi perhatian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakni KRL Yogyakarta-Solo yang kini beroperasi. Menhub Budi menilai, itu bisa menjadi andalan masyarakat karena murah dan aman.

“Kita akan gerakkan itu, baik ke Jawa Tengah, Purworejo dan ke arah Jawa Timur ke Madiun,” kata Menhub dalam Groundbreaking Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api Solo-Balapan-Kalioso dan Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Joglo, Sabtu (8/1/2022).

Dengan begitu, ia ingin membuat Yogya-Solo sebagai pusat dari aglomerasi, sehingga dengan adanya konektivitas dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur bisa meningkatkan daya tarik wisata di Solo.

“Sehingga Jogja-Solo ini menjadi center dari satu aglomerasi. Madiun dari Surabaya jauh, Purworejo dari semarang jauh, tapi kalau ini dihubungkan pasti akan menimbulkan daya tarik wisata di kota Solo ini,” tutur Menhub Budi.

Dalam mengerjakannya, kata dia, perlu ada semangat kolaborasi antara berbagai pihak terkait. Misalnya, dalam pembangunan jalur ganda dan rekayasa konstruksi lalu lintas di Simpang Joglosemar, melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Ini saya sampaikan juga ke Dirjen Perkeretaapian, dan Binamarga ini jadi informasi bagaimana kerja pusat dan daerah itu kompak dan bisa selesaikan dengan baik,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Manfaat

KRL Yogyakarta-Solo mulai berbayar pada 10 Februari 2021 (dok: KAI Commuter)
KRL Yogyakarta-Solo mulai berbayar pada 10 Februari 2021 (dok: KAI Commuter)

Dengan adanya pembangunan Jalur Ganda KA Elevated Solo-Semarang Fase I melalui Solo Balapan – Kadipiro – Kalioso ini akan memberikan sejumlah manfaat.

Pertama, akan mengurai kemacetan lalu lintas di simpang Joglo (Jogja-Solo). Kedua, meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan raya.

Ketiga, meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api. keempat, mendukung pengembangan transportasi serta integrasi antar moda angkutan di kota Surakarta. Kelima, sebagai bangunan ikonik (landmark) kota Surakarta.

Berbarengan dengan pembangunan jalur ganda ini, Kemenhub, Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Solo juga akan merekayasa perjalanan jalur transportasi darat. Sehingga nantinya disamping intensitas perjalanan kereta api yang terus meningkat, perjalanan jalur darat pun tidak terdampak negatif.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel