Menhub Budi: Banyak Pembangunan Harus Dituntaskan untuk Menunjang Konektivitas

Merdeka.com - Merdeka.com - Menter Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengakui bahwa masih banyak pembangunan yang perlu dituntaskan. Ini berkaitan dalam memberikan akses konektivitas di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurutnya, ini jadi satu tantangan di tengah banyaknya capaian, baik di sektor transportasi dan kobtribusinya ke pertumbuhan ekonomi. "Ada banyak pembangunan yang harus kita tuntaskan untuk meningkatkan konektivitas di seluruh Nusantara," kata dia dalam Upacara Puncak Hari Perhubungan Nasional, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (17/8).

"Banyak hal-hal yang perlu kita perbaiki, masih banyak juga pekerjaan rumah yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa keselamatan transportasi tetap bisa diandalkan, perlu lebih agresif lagi dan menciptakan integrasi antarmoda di seluruh Indonesia dan juga menghadapi tantangan-tantangan yang lain," terang dia.

Dalam merespons berbagai tantangan ini diperlukan adanya kolaborasi antara setiap pemangku kepentingan. Termasuk di sektor transportasi, di mana banyak melibatkan para pihak.

"Tantangan ini tidak akan bisa dihadapi tanpa kolaborasi di antara pemangku kepentingan. Oleh karena itu hari Perhubungan tahun ini mengambil tema bangkit maju bersama, kita tak akan cepat bangkit jika kita tidak bersama dan tidak bersatu," bebernya.

Kolaborasi yang dimaksud Menhub Budi adalah adanya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya, untuk membangkitkan sektor transportasi dengan perannya masing-masing.

"Semua itu demi menopang berbagai sektor kehidupan masyarakat yang akan berdampak pada terwujudnya masyarakat yang adil makmur sesuai dengan cita-cita kita bersama-sama kolaborasi dan Sinergi juga menjadi roh dari peringatan Hari Perhubungan nasional tahun ini," ujar dia.

Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Pada kesempatan itu, Menhub Budi mengungkap bahwa sektor transportasi mengambil peran besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Tercermin dari kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2022 lalu yang mencapai 21,27persen.

"Banyak negara yang mengalami krisis ekonomi dengan tingkat inflasi yang membumbung tinggi, namun Kita patut bersyukur Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini," kata dia.

Pencapaian ini jadi kado indah yang didapatkan sektor transportasi ke pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ditambah, adanya pengelolaan Flight Information Region (FIR) di atas perairan Natuna, Kepulauan Riau, yang dikelola Indonesia.

"Untuk itu Izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Insan transportasi di manapun anda berada yang bertugas di kota, di desa di perbatasan di Pulau terpencil yang telah mengabdi demi menjaga konektivitas seluruh penjuru negeri," tukasnya.

Bukti Pembangunan Nasional Bukan Jawa Sentris

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menggelar upacara puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional di Palembang, Sumatera Selatan. Ini disebut sejalan dengan visi pembangunan Indonesia yang tidak hanya berpusat di pulau Jawa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap, ini kali pertama pelaksanaan upacara puncak Hari Perhubungan Nasional selain di DKI Jakarta.

"Hal ini merupakan cerminan bahwa bapak Presiden menyampaikan bahwa pembangunan contoh nasional adalah Indonesia sentris bukan Java sentris," kata dia dalam sambutannya di Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional, di Palembang, Sabtu (17/9/2022).

"Artinya kita harus membangun seluruh tanah air kita tercinta ini Indonesia," tambahnya.

Ada alasan lain yang diungkap Menhub Budi. Yakni, menyoal Palembang yang memiliki transportasi yang telah terintegrasi. Contohnya, dengan basis utama transportasi ditopang LRT dan dukung bus kota serta angkutan kota.

"Dan intermoda ini kita kembangkan dan kita harapkan akan mengurangi polusi dan juga mengurangi kemacetan," ujarnya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]