Menhub Budi Minta Maaf Pelabuhan Merak Macet Hingga Belasan Kilometer

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta maaf atas insiden kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Merak beberapa waktu lalu. Bahkan, kemacetan akibat antrean kapal hendak naik kapal mencapai belasan kilometer. Tepatnya, pada Sabtu (30/4), antrean mencapai kurang lebih 11 kilometer dan ujung kemacetan berada di jalan Tol Tangerang-Merak.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat di Pelabuhan Merak. Kami terus berupaya ini bisa diatasi kurang dari 12 jam," ujar Menhub Budi dikutip di Jakarta, Minggu (1/5).

Menhub Budi pun langsung meninjau langsung Pelabuhan milik Pelindo yang berada di Ciwandan, Banten. Dermaga ini akan dioperasikan sebagai dermaga tambahan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Merak.

Menhub Budi memimpin langsung proses pengoperasian dermaga Ciwandan, mulai penyiapan pelabuhan, kedatangan kapal di sampai masuknya kendaraan yang dialihkan ke dermaga tersebut.

"Kami akan siapkan 9 kapal untuk dioperasikan, yang akan melayani dari dermaga Ciwandan ke Pelabuhan Bakauheni mulai hari ini," jelas Menhub Budi dalam keterangannya, Sabtu (30/4).

Dermaga Tambahan

Selain Ciwandan, Menhub Budi mengungkapkan, sejak kemarin sudah dioperasikan dermaga tambahan lainnya di Pelabuhan Indah Kiat. Di pelabuhan tersebut telah disiapkan 2 (dua) kapal yaitu kapal KM Mutiara Ferryndo 7 dan KM Mutiara Berkah I.

Seperti diketahui, animo masyarakat sangat tinggi yang mengakibatkan terjadinya kemacetan panjang di arteri dan jalan tol menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak.

Menhub Budi menyampaikan setuju dengan usulan Kapolres Cilegon, untuk mengimbau masyarakat menunda perjalanan menyeberang ke Merak nanti malam, sambil menunggu sampai kapasitas kembali meningkat di Merak untuk menghindari makin padatnya pelabuhan. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel