Menhub Ibaratkan Logistik Sebagai Darah Bagi Kegiatan Masyarakat Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai pembatasan mobilitas masyarakat dengan tujuan mencegah penyebaran virus corona membuat sektor transportasi ikut terpuruk. Sebagian besar aktivitas masyarakat dilakukan dari dalam rumah, mulai dari bersekolah hingga bekerja.

Meski begitu jasa pengiriman logistik menjadi penopang saat jasa angkutan orang terjerembab. Sektor ini bahkan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya masyarakat yang berbelanja menggunakan aplikasi berbasis digital.

"Di sektor logistik dengan kebijakan pembatasan ini masih mampu bergerak karena ada aktivitas belanja daring yang meningkat," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam Dialog Publik: Transportasi untuk Kelancaran Logistik dan Kemajuan Ekonomi Di Masa Pandemi, Jakarta, Senin (7/6).

Budi menjelaskan, keberhasilan sektor logistik selama pandemi didukung jaringan transportasi dan infrastruktur yang memadai. Sehingga mampu mendukung mobilitas angkutan logistik ke berbagai wilayah di Indonesia.

"Selama pandemi sektor logistik ini tetap stabil didukung jaringan transportasi yang memadai dan infrastruktur yang sudah baik," kata dia.

Dia pun menyebut logistik sebagai darah dari semua kegiatan manusia di Indonesia. Bergeraknya sektor ini menjadi penanda perekonomian nasional tetap berjalan.

"Logistik adalah darah dari semua kegiatan masyarakat di Indonesia," katanya.

Untuk itu di meminta agar semua pihak tetap konsisten dalam mewujudkan produktivitas dengan simpul transportasi. Memastikan sektor logistik ini bisa menopang dan membangkitkan perekonomian nasional.

"Sehingga ekonomi bangkit dan masuk ke kondisi yang lebih baik lagi," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Menhub Budi Karya Dapat Tugas Khusus dari Jokowi, Kembangkan 3 Pelabuhan

Salah satu program Pemerintah untuk menjamin keberlangsungan logistik di tengah masa pandemi Covid-19 adalah dengan mengoptimalkan program Tol Laut. (DOk Kemenhub)
Salah satu program Pemerintah untuk menjamin keberlangsungan logistik di tengah masa pandemi Covid-19 adalah dengan mengoptimalkan program Tol Laut. (DOk Kemenhub)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapatkan tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembangkan Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Tanjung Carat, dan Pelabuhan New Ambon. Pengembangan 3 pelabuhan ini dalam rangka meningkatkan konektivitas logistik nasional.

"Secara khusus Kementerian Perhubungan dapat penugasan dari Bapak Presiden yaitu melakukan penyelesaian, optimalisasi, dan pembangunan pelabuhan-pelabuhan tersebut," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, dikutip dari Antara, Rabu (2/6/2021).

Menhub Budi Karya mengatakan Presiden Jokowi memberikan arahan agar pengembangan dan pembangunan pelabuhan-pelabuhan baru tersebut mampu mendorong peningkatan proyek-proyek andalan lainnya.

Ia mengatakan Kemenhub akan melakukan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi antara pelabuhan, kawasan industri perikanan, dan pelabuhan perikanan dalam satu kawasan.

Untuk melaksanakan hal tersebut, lanjut Menhub, pihaknya diberikan target untuk menyelesaikan pada tahun 2023.

"Kemenhub mempersiapkan segera segala sesuatu terkait rencana menjadikan Maluku sebagai lumbung ikan nasional dan New Palembang Port sebagai pelabuhan hub di Sumatera Selatan," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: