Menhub Ingin Teknologi Bangun LRT Jabodebek Jadi Percontohan Proyek Nasional

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi rampungnya pekerjaan konstruksi LRT Jabodebek tahap pertama. PT Adhi Karya selaku kontraktor telah memasang bentang panjang terakhir sepanjang 218 meter di Stasiun Dukuh Atas, Kuningan.

Menurutnya, teknologi yang dikembangkan untuk pembangunan LRT merupakan salah satu inovasi untuk memudahkan penyelesaian proyek bagi kebutuhan masyarakat.

"Inovasi teknologi yang memudahkan satu proyek adalah inisiatif yang harus selalu dilakukan. Saya apresiasi kegiatan ini untuk satu efisiensi dan memberi contoh kepasa pembangun lain agar apabila membangun harus memperhatikan hal-hal tersebut," ujar Menhub Budi dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/11/2020).

Menhub mengatakan, Jakarta adalah kota aglomerasi yang membutuhkan konektivitas massal karena menghubungkan beberapa titik penting.

Pembangunan moda transportasi modern seperti LRT dan MRT yang mendukung konektivitas tersebut membutuhkan teknologi yang canggih.

"Alhamdulillah, kontraktor nasional juymga mampu membangun suatu konstruksi yang relatif sulit dilakukan dan suatu kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di ASEAN," tandas Budi.

Sementara itu, beriringan dengan rampungnya pembangunan LRT tahap pertama, Adhi Karya juga menorehkan 3 rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) atas 3 prestasi.

"Penggunaan U-shaped Girder untuk LRT Jabodebek, alhamdulillah, merupakan sejarah karena kita dapat rekor MURI karena terpanjang, 40 km," kata Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi.

Prestasi lainnya ialah produksi U-shaped Girder ini juga menjadi yang pertama yang diimplementasikan pada proyek sistem jalur kereta. Kemudian, rekor MURI juga ditujukkan karena dalam pelaksanaannya, Adhi Karya dapat melakukan seri pengiriman terberat U-shaped Girder untuk sistem jalur kereta tanpa kecelakaan.

Proyek LRT Jabodebek Molor, Ini Sebabnya

Uji coba penggunaan sistem persinyalan LRT Jabodebek
Uji coba penggunaan sistem persinyalan LRT Jabodebek

Direktur Utama PT Adhi Karya Entus Asnawi membeberkan alasan mundurnya pembangunan LRT Jabodebek dari target awal. Hal itu dikarenakan terdapat kendala dalam pembebasan lahan dan penetapan lokasi.

Kendati mundur, pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 kini telah rampung usai Adhi Karya memasang bentang panjang terakhir yang berlokasi di Stasiun Dukuh Atas, Kuningan.

"Alhamdulillah kita kerjakan masih sesuai schedule. Memang dibanding rencana awal ada kemunduran akibat pembebasan tanah dan penetapan lokasi," kata Entus dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/11/2020).

Entus menjelaskan, bentang ini memiliki panjang 218 meter dan dibangun di atas parkiran bawah tanah (basement). pembangunan LRT tahap pertama ini terdiri dari 3 trase.

Pertama, lintasan Cawang-Cibubur. Kedua, lintasan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas dan ketiga, lintasan Cawang-Bekasi Timur. Seluruh trase ini memiliki panjang 43,057 km.

"Alhamdulillah, kita bisa pasang longspan terakhir, yang menandakan seluruh pekerjaan konkret di atas untuk LRT Jabodebek tahap 1 sudah selesai dan sesuai rencana waktu yang ditetapkan," kata Entus.

Adapun, LRT Jabodebek relasi Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur ditargetkan beroperasi pada April 2021 mendatang. Pada bulan September lalu, progres pembangunan LRT Jabodebek secara keseluruhan sudah mencapai 77 persen.

Kemudian, uji coba kereta sudah mulai dilakukan secara bertahap. Setelah LRT Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Dukuh Atas rampung, pembangunan akan dilanjutkan ke seksi berikutnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: