Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Buat KRL Jabodetabek Semakin Efisien

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan perjalanan KRL Jabodetabek akan semakin efisien dengan beroperasinya jalur layang (elevated track) di Stasiun Manggarai.

Hal ini disampaikannya saat meninjau jalur layang di Stasiun Manggarai Jakarta, Minggu (26/9/2021).

"Pengoperasian pembangunan jalur layang Stasiun Manggarai diharapkan menambah efisiensi waktu perjalanan kereta komuter maupun perjalanan kereta jarak jauh," kata Budi Karya dari keterangannya.

Dia mengaku senang proyek tersebut bisa tetap berjalan dan diselesaikan di tengah pandemi Covid-19.

Budi menyebut kehadiran jalur layang ini akan menciptakan angkutan massal perkotaan yang terintegrasi dan dapat diandalkan.

Proyek jalur layang ini merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur double-double track/dwi ganda Manggarai–Cikarang yang dibangun secara terintegrasi untuk kereta komuter Jabodetabek maupun kereta api jarak jauh.

Menurut dia, saat ini wajah Stasiun Manggarai semakin menarik dan mirip dengan stasiun di luar negeri seperti Jepang yang bersih, modern, serta memiliki layanan yang semakin baik. Selain itu, fasilitas Stasiun Manggarai yang memiliki 2 lantai ini telah dilengkapi dengan eskalator, lift disabilitas, maupun tangga manual.

Budi Karya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Ditjen Perkeretaapian yang telah menyelesaikan pembangunan jalur layang ini dengan baik.

Budi Karya juga mengingatkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator dapat menjalankan sarana perkeretaapian Manggarai dengan lebih baik dan efisien.

Sosialisasi

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi adanya penyesuaian jalur KRL di Stasiun Manggarai.

Adapun untuk peron KRL lintas Jakarta-Depok/Bogor atau sebaliknya sudah tidak lagi di bawah tetapi pindah ke lantai 2 (dua) Stasiun Manggarai.

Ia menjelaskan, di lantai 2 terdapat beberapa jalur. Untuk jalur nomor 10 dan 11 adalah untuk lintasan KRL yang menuju Jakarta Kota, sementara jalur nomor 12 dan 13 adalah untuk lintasan KRL menuju Depok-Bogor.

"Kami memohon kepada para penumpang komuter untuk bekerjasama menerapkan protokol kesehatan di dalam KRL. Jika sudah penuh, agar naik di waktu berikutnya karena penambahan jalur layang ini turut menambah jumlah perjalanan KRL secara signifikan," tutur Didiek.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel