Menhub: KRL Jogja-Solo Jadi Kereta Listrik Pertama di Luar Jabodetabek

Lis Yuliawati, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan, layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo merupakan layanan KRL pertama yang beroperasi di luar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Budi menjelaskan, pembangunan elektrifikasi jalur kereta api Jogja-Solo ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang selalu menekankan untuk mengedepankan konektivitas, integrasi antar moda, dan modernisasi pada seluruh aspek transportasi di Indonesia.

"KRL Jogja-Solo merupakan KRL pertama yang beroperasi di luar Jabodetabek. Ke depannya KRL seperti ini akan dikembangkan di kota-kota lainnya," kata Budi Karya dalam keterangan tertulisnya, Senin, 1 Maret 2021.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hamengku Buwono X menjelaskan, kehadiran KRL Jogja-Solo ini sangat penting bagi mobilitas masyarakat Jogja-Solo.

Dia mengatakan, dengan besarnya jumlah penumpang yang bekerja dan sekolah di antara relasi kedua kota, membuat keberadaan KRL ini sangat penting agar mereka bisa mondar-mandir antara Jogja-Solo tersebut.

"Semoga KRL menjadi pilihan yang baik bagi masyarakat, dan harapannya dapat selalu tepat waktu," ujar Gubernur DIY tersebut.

Diketahui, Presiden RI Joko Widodo baru saja meresmikan pengoperasian layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo pada Senin, 1 Maret 2021, di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden mencoba langsung layanan KRL dari Stasiun Tugu, Yogyakarta sampai Stasiun Klaten.

Turut hadir bersama Presiden, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sejumlah Menteri Kabinet, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hamengku Buwono X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, dan Dirut KAI Didiek Hartantyo.

KRL Jogja-Solo memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan Kereta Rel Diesel (KRD) Prameks, di antaranya yaitu waktu tempuh perjalanan KRL Yogja-Solo yaitu rata-rata 68 menit, atau lebih cepat dibandingkan Kereta Rel Diesel (KRD) Prameks dengan waktu tempuh rata-rata 75 menit.

Walaupun lebih cepat, tarif KRL masih sama seperti sebelumnya, yaitu sebesar Rp 8.000 (flat untuk semua rute). Tarif tersebut telah mendapatkan subsidi dari Pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO).

Dalam satu hari, KRL Jogja-Solo dapat melayani 20 perjalanan KRL yang melintasi 11 stasiun yaitu : Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari, dan berakhir di Stasiun Solo Balapan.