Menhub lepas ekspor tahap pertama gerbong barang INKA ke Selandia Baru

·Bacaan 2 menit

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melepas secara simbolis ekspor tahap pertama bagian dari sebanyak 262 gerbong barang jenis "container flat top wagon" buatan PT INKA (Persero) untuk Kiwi Rail ke Selandia Baru.

"Hari ini kita akan meluncurkan dua dari 262 (gerbong) menuju New Zealand. Ini menjadi suatu kebanggaan, seperti kita ketahui, New Zealand merupakan negara maju yang memberikan kesempatan pada kita. Karenanya, Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini berlangsung dengan baik," ujar Menhub Budi saat pelepasan di INKA Madiun, Jawa Timur, Jumat.

Menhub menyatakan kebanggaannya atas capaian PT INKA (Persero) telah mampu menciptakan produk yang dapat bersaing di pasar internasional.

"Kita harus bangga, anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi," kata Menhub.

Baca juga: INKA gandeng PTBA kembangkan kendaraan tambang bertenaga listrik

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan keinginan Presiden RI Joko Widodo agar produk dalam negeri karya anak bangsa terus diproduksi untuk menambah ekspor negara.

Menhub mengungkapkan, PT INKA tidak hanya membuat gerbong kereta api, tetapi juga membuat bus listrik yang akan disiapkan untuk perhelatan KTT G20 di Bali dan pembuatan kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia timur.

"Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ekspor negara," kata dia.

Menhub Budi berpesan kepada PT INKA agar terus menjaga kualitas dan harga, yang dapat meningkatkan daya saing produknya di luar negeri.

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan gerbong barang buatan PT INKA tersebut merupakan pesanan dari Kiwi Rail.

"Kiwi Rail merupakan BUMN di Selandia Baru yang bergerak sebagai operator transportasi perkeretaapian. Kiwi Rail juga sebagai operator feri antarpulau terbesar di Selandia Baru," kata Budi Noviantoro.

Baca juga: Ekspor pertanian serentak senilai Rp14,4 triliun ke 124 negara

Nantinya setelah sampai di Selandia Baru, dua gerbong barang yang dikirim akan diuji berdasarkan kondisi rel di sana. Setelah itu, dijadwalkan Februari 2022 INKA akan siap memproduksinya.

Gerbong pesanan tersebut dibuat sesuai desain dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Kiwi Rail berdasarkan kondisi di Selandia Baru. Pihaknya optimistis tidak ada kendala saat uji coba agar dapat segera diproduksi secara massal. Sesuai kontrak, proyek tersebut diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu 18-20 bulan.

Dengan memasok 262 gerbong barang untuk Selandia Baru, diharapkan dapat menjadi langkah besar INKA Group untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api Oseania.

Sebelumnya, PT INKA juga telah melakukan ekspor sebanyak 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia.

Budi Noviantoro menambahkan pesanan Selandia Baru ini merupakan ekspor ketiga PT INKA sepanjang tahun 2021. Sebelumnya INKA telah mengekspor produknya ke Filipina dan Bangladesh. Saat ini INKA juga merambah pasar Afrika.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel