Menhub lepas Tim Gabungan Pengendalian Arus Lalu Lintas

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 1 menit

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melepas Tim Gabungan Pengendalian Arus Lalu Lintas Pada Masa Peniadaan Mudik Lebaran 1442 H, atau Operasi Ketupat 2021.

Budi Karya menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang baik dari unsur pemerintah pusat, TNI/Polri, Kementerian dan Lembaga, BUMN, dan instansi terkait lainnya, dalam upaya melakukan pengawasan dan pengendalian arus lalu lintas dalam masa peniadaan mudik Lebaran 1442 H.

“Hari ini saya bangga bahwa sinergitas ini dilakukan dengan baik dalam rangka mensukseskan kebijakan peniadaan mudik," ucap Budi Karya dalam pernyataan resmi, Rabu.

Menurut Menhub, sudah sejak lama telah dilakukan koordinasi melalui penelitian dan diskusi dengan Korlantas, Jasa Marga, Jasa Raharja, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Ia berharap dengan adanya kolaborasi yang baik, maka implementasinya di lapangan juga akan berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan, tim pengendalian ini merupakan bagian dari sinergitas yang dikelola sejak perencanaan awal.

“Kami berkomitmen dan bertekad untuk laksanakan ini bersama-sama, semoga berjalan dengan lancar,” kata Irjen Pol Istiono.

Pada tahun ini, pengawasan dan pengendalian kebijakan peniadaan mudik dilakukan di lebih dari 383 titik penyekatan. Petugas gabungan di lapangan akan menerapkan aturan ini dengan tegas namun tetap humanis.

Tim Gabungan Pengendalian Lalu Lintas terdiri dari berbagai unsur yaitu : Korlantas Polri, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, PT. Jasa Marga, PT. Jasa Raharja, dan unsur terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Suharto, Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo, serta Direktur Operasi PT Jasa Marga Fitri Wiyanti.

Baca juga: Pengamat sarankan pengendalian transportasi lebaran berbasis zona
Baca juga: MUI: Patuhi larangan mudik agar kasus COVID-19 tidak melonjak
Baca juga: Gubernur Jawa Tengah minta para santri tidak mudik Lebaran