Menhub: Masih Ada CVR Sriwijaya Air yang Harus Segera Ditemukan

Dedy Priatmojo, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, kembali hadir di posko terpadu pencarian korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 di Jakarta International Container Terminal 2 atau JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Budi menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan atensi khusus terkait pencarian korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Budi menyampaikan bahwa dirinya telah dipanggil Presiden Jokowi hari ini sekira pukul 13.30 WIB untuk melaporkan perkembangan penanganan musibah Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu. Presiden menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan mendoakan agar korban mendapatkan tempat di sisi Allah.

"Dalam kesempatan itu juga kami laporkan bahwa berkat arahan Bapak Presiden di hari pertama, kami koordinasi yang berjalan begitu apik dari Kementerian Perhubungan dengan TNI, Polri Basarnas, KNKT, semua unsur yang terlibat berjalan dengan baik dan itu terlihat di lapangan pada saat hari pertama, hari kedua, saat kami ke sana, teman-teman prajurit TNI dan Polri dan semua stakeholder berjalan dengan semangat," kata Budi, di JICT 2, Selasa 12 Januari 2021.

Menurut Budi, Presiden memberikan instruksi kepada tim gabungan untuk memaksimalkan dan mempercepat pencarian. Setidaknya ada tiga instruksi yang diberikan Presiden dalam proses pencarian jatuhnya Sriwijaya SJ 182.

"Berikutnya ada tiga instruksi yang disampaikan Bapak Presiden kepada kami, yang pertama adalah penanganan musibah harus cepat, dan juga untuk mendapatkan black box agar segera ditemukan dan diambil, begitu juga jenazah korban dan potongan tubuh pesawat juga segera diangkat," kata Budi.

Menurut Budi, tim gabungan telah menemukan Flight Data Recorder (FDR), dan tak lama lagi FDR itu akan tiba dari titik pencarian ke JICT 2. Instruksi Presiden yang kedua adalah asuransi dan hak-hak para korban harus segera diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Yang ketiga adalah penyebab kecelakaan harus segera ditemukan dan dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kinerja penerbangan nasional. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden karena begitu intens menghubungi kami melalui telepon, juga panglima sehingga mendapatkan dukungan moral kinerjanya menjadi lebih baik," ujar Budi.

Budi mengharapkan bahwa kolaborasi ini berjalan dengan baik. "Masih ada yang harus dicari, CVR juga harus ditemukan juga, Insya Allah bisa ditemukan dan juga beberapa potongan pesawat juga harus ditemukan," tuturnya.