Menhub minta bongkar muat pelabuhan dikelola profesional

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta para pelaku usaha bongkar muat di pelabuhan mengelola usahanya secara profesional agar efektif dan efisien, sehingga mampu menekan biaya logistik nasional.

“Proses bongkar muat di pelabuhan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kinerja sebuah pelabuhan. Semakin lama proses bongkar muat maka mempengaruhi turn round time kapal yang membuat operasional kapal semakin tinggi,” kata Menhub saat membuka Rakernas Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Tahun 2022 secara daring, Kamis.

Menhub meminta APBMI sebagai wadah bagi para pelaku usaha bongkar muat untuk terus mendorong anggotanya menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan di era revolusi industri, agar kualitas pelayanan yang diberikan semakin meningkat.

Baca juga: Menhub minta INACA bersinergi pulihkan industri penerbangan

Menurut dia, pelabuhan menjadi salah satu sektor yang mampu mendongkrak daya saing dan mendorong tumbuhnya perekonomian.

Sejumlah upaya yang perlu dilakukan agar pelayanan semakin efektif dan efisien, di antaranya melakukan pembenahan dan penambahan infrastruktur, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, dan pemanfaatan sistem informasi digital.

Ia mengatakan, Kemenhub telah memiliki regulasi tentang penyelenggaraan usaha jasa angkutan perairan, termasuk usaha bongkar muat barang di pelabuhan, yaitu melalui Peraturan Menteri Perhubungan PM 59 Tahun 2021.

Baca juga: Kemenhub apresiasi enam operator yang berikan pelayanan prima

Salah satu yang diatur terkait SDM yakni bahwa tenaga kerja bongkar muat harus memiliki kompetensi di bidang bongkar muat yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi bongkar muat.

Pada kesempatan ini, Menhub mengapresiasi inisiasi APBMI yang telah menggelar rakernas, yang diharapkan dapat menjadi ajang diskusi untuk membahas dan mencari solusi bersama memajukan usaha bongkar muat pelabuhan di Indonesia.

Rakernas APBMI kali ini merupakan pertemuan ke-8 yang berlangsung di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada 27-28 Oktober 2022. Rakernas mengusung tema “Sinergitas APBMI dengan BUP, Tersus, TUKS untuk Meningkatkan Produktivitas Bongkar Muat Pelabuhan".