Menhub pastikan kelancaran transportasi dan prokes di MotoGP Mandalika

·Bacaan 2 menit

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Bandara Internasional Lombok, pada Kamis (13/1), untuk memastikan kelancaran konektivitas transportasi dan penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat, mengantisipasi adanya potensi lonjakan penumpang saat perhelatan MotoGP Mandalika pada bulan Maret 2022 mendatang.

“Jumlah penonton MotoGP diperkirakan akan lebih banyak daripada penyelenggaraan Superbike, yang mencapai hingga 60 ribu orang lebih,” kata Budi Karya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Budi Karya mengatakan, ada dua antisipasi yang akan dilakukan yaitu pertama; mengantisipasi kedatangan para peserta dan tim official dari luar negeri, kedua; mengantisipasi penonton yang datang baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Baca juga: Presiden minta penataan fasilitas ke Sirkuit Mandalika tuntas Februari

Ia memastikan, proses kedatangan para peserta, tim official dari luar negeri ke bandara, akan menerapkan prokes secara ketat dengan mekanisme travel bubble, untuk mengantisipasi resiko penularan Covid-19.

“Penerapan prokes ketat jangan diabaikan sekalipun kepada para pembalap. Kalau ditemukan positif Covid-19, kita harus tegas untuk menyatakan mereka tidak bisa ikut serta,” ujarnya.

Kemudian, untuk mengantisipasi hadirnya penonton ke Lombok, Menhub mengungkapkan telah menyiapkan sejumlah persiapan yakni menyiapkan jadwal penerbangan secara komuter dari Lombok ke Bali dan sebaliknya, karena terbatasnya jumlah akomodasi penginapan di Lombok, sehingga harus menginap di Bali.

Baca juga: Pemerintah akan terapkan Travel Bubble saat MotoGP Sirkuit Mandalika

“Kita siapkan pesawat berbadan lebar (wide body) untuk melakukan perjalanan komuter dari jam 5 pagi sampai jam 9 pagi dari Bali ke Lombok, untuk melayani sekitar 4000 orang,” kata Menhub.

Saat ini terminal penumpang Bandara Internasional Lombok telah diperluas menjadi 43.501 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun.

Apron Bandara Lombok kini dapat menampung 16 pesawat dengan konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 6 pesawat wide body, dan memiliki landas pacu (runway) sepanjang 3.300 meter yang bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777.

“Diharapkan pergerakan peserta, official, penonton, dan penanganan kargo bisa ditampung dengan baik di bandara ini,” ucap Menhub.

Untuk melancarkan mobilitas dari Bandara menuju ke Sirkuit Mandalika, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah bus shuttle, menyesuaikan dengan jumlah peserta, tim official dan penonton yang terdaftar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel