Menhub: Pemulihan industri penerbangan jadi prioritas bersama

·Bacaan 1 menit

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pemulihan industri penerbangan nasional menjadi prioritas bersama yang harus dikolaborasikan dengan baik oleh semua pemangku kepentingan.

“Indonesia sangat bergantung pada konektivitas transportasi udara, dalam rangka melancarkan mobilitas manusia maupun distribusi logistik, dan juga mengurangi kesenjangan harga kebutuhan masyarakat sehari-hari, khususnya di wilayah Terdepan, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP),” kata Menhub Budi Karya dalam Rapat Umum Anggota Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) secara daring yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Menhub mengatakan pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi industri penerbangan tak hanya di Indonesia, melainkan juga negara-negara lain di dunia.

Menhub berharap kepada INACA bersama-sama pemerintah mewujudkan penyelenggaraan transportasi udara yang andal, selamat, aman, nyaman, serta menjamin penerbangan yang sehat dengan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Baca juga: Menhub: Kolaborasi jadi strategi industri penerbangan saat pandemi

Ia juga mengharapkan peran dan dukungan INACA untuk mendukung transportasi udara di Wilayah 3TP seperti di Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan daerah lainnya.

“Kami harap INACA dapat tetap terus proaktif mengkomunikasikan tantangan yang dihadapi industri penerbangan dan juga bagaimana mencari solusi bersama dalam upaya menyelesaikan tantangan tersebut,” ujarnya.

Turut hadir dalam Rapat Umum Anggota INACA tahun ini Arsjad Rasjid (Ketua Umum Kadin), Irfan Setiaputra (Dewan Pembina INACA), Denon Prawiraatmadja (Ketua Umum INACA), Dicky Budiman (Griffith University), dan Novie Riyanto R (Direktur Jenderal Perhubungan Udara).

Baca juga: Riset: Kinerja industri penerbangan bakal membaik seiring vaksinasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel