Menhub: Sosialisasi aspek penting dalam program Teman Bus

D.Dj. Kliwantoro
·Bacaan 1 menit

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan sosialisasi menjadi salah satu aspek penting dalam program Teman Bus pada masyarakat.

"Kami mesti lebih giat melakukan sosialisasi ini," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam webinar Teman Bus di Jakarta, Jumat.

Selanjutnya, kata dia, berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menunjang kelancaran operasional.

Ia menegaskan bahwa armada juga harus laik jalan dan memiliki desain bagus sehingga menarik perhatian masyarakat. Selain itu, memiliki pelayanan prima, seperti ketepatan waktu operasional dan menjaga kebersihan armada.

Menteri Budi menambahkan bahwa layanan Teman Bus terintegrasi dengan fasilitas publik sehingga menunjang aktivitas pengguna menjadi lebih efisien.

Baca juga: Kemenhub optimistis program Teman Bus tekan kemacetan dan polusi udara

Dalam kesempatan sama, publik figur Luna Maya menyampaikan layanan Teman Bus telah membantunya dalam berkegiatan di Bali sekaligus menghemat dana.

Biasanya, kata Luna Maya, harus mengeluarkan uang lebih karena menyewa kendaraan pribadi atau naik taksi.

"Kini, bisa lebih hemat," ucapnya.

Sejak diluncurkan pada bulan Juni 2020, Teman Bus sudah menjalankan program Buy the Service (BTS) di lima kota, yaitu Palembang, Solo, Bali, Yogyakarta, dan Medan.

Kemenhub menargetkan program ini akan hadir di 10 kota seluruh Indonesia dengan tambahan Kota Makasar, Banjarmasin, Bandung, Surabaya, dan Banyumas sampai tahun 2021.

Kemenhub mencatat sampai dengan Desember 2020, jumlah pengguna Teman Bus telah mencapai lebih dari satu juta perjalanan pelanggan.

Baca juga: Kemenhub: 1,2 juta penumpang manfaatkan angkutan kota Buy the Service

Bagi pelanggan Teman Bus, harga tiket saat ini diberikan gratis hingga 31 Desember 2020.

Teman Bus dilengkapi dengan aplikasi mobile untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte dan jadwal keberangkatan bus.