Menhut Tebar Ribuan Pohon Laban di Way Kambas

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dalam setiap kunjungan kerjanya (kunker) ke berbagai daerah, Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkfili Hasan, tak pernah melewatkan untuk menanam berbagai jenis pohon di berbagai tempat di Indonesia.

Gerakan menanam pohon ini selalu ia gelorakan dalam setiap kesempatan bertemu dengan masyarakat terutama kalangan petani.Dalam kesempatan kunker di Provinsi Lampung, Senin (30/7), Menhut tak melupakan menanam pohon Laban (Vitex pubescens) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur.

Seusai menjenguk Andatu, anak badak Sumatra  (Dicerothinus sumatrensis) berusia sebulan sepekan dari pasangan induknya Ratu dan Andalas di penangkaran semialami TNWK, secara simbolis Menhut menanam pohon Laban di kawasan tersebut.Ribuan bibit pohon Laban ditebar di sejumlah titik hutan kawasan TNWK yang berpenghuni badak Sumatra.

Menurut Menhut Zulkifli Hasan, penanaman pohon tidak bisa sembarang jenis bibit pohon,  karena harus melihat lebih dulu kondisi lingkungan dan populasi hutan di wilayah tersebut. Hal ini menyangkut siklus kelangsungan hajat hidup fauna di hutan tersebut.

“Kepada masyarakat di sekitar sini (TNWK), supaya selalu mentradisikan menanam pohon. Saya lihat masih banyak lahan yang kosong di Way Kambas  ini. Pohon-pohon ini untuk kelangsungan hidup lingkungan sekitar,” kata Menhut Zulkifli Hasan.

Ia mengatakan dirinya tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk selalu menanam pohon di berbagai tempat, hal ini untuk mengurangi ketidakseimbangan ekosistem lingkungan yang telah rusak selama ini.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.