Menikah karena Dijodohkan, Ini yang Kualami 1,5 Tahun Kemudian

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Jasmine (bukan nama sebenarnya) memiliki pengalaman yang berbeda terkait pernikahan karena perjodohan. Berasal dari keluarga yang konservatif dan ketat soal budaya dan norma, Jasmine sudah menduga dirinya akan menikah dengan cara dijodohkan. Dia selalu dididik menjadi perempuan yang baik dan patuh. Orangtua Jasmine yang membuat semua keputusan besar untuk Jasmine, termasuk soal pernikahan.

"Aku berusia 23 tahun dua bulan sebelum pernikahanku ditetapkan," kata Jasmine seperti kisahnya yang dimuat di laman timesofindia.indiatimes.com. Orangtuanya penuh suka cita menyiapkan pernikahan Jasmine. Jasmine sendiri tak pernah menyukai pria mana pun, bahkan tak pernah terbesit di pikirannya menyukai seseorang. Dia hanya menyukai buku-buku dan sastra.

Bisa Memiliki Kehidupan yang Bahagia

Bisa jadi Jasmine termasuk perempuan yang beruntung. Mertua Jasmine tidak melarang Jasmine untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di bidang sastra. Hal ini memberi kelegaan sendiri di hati Jasmine.

Teman-teman Jasmine berasal dari daerah yang berbeda-beda di kota dan latar belakang mereka lebih liberal. Sehingga banyak yang kurang menyukai keputusan Jasmine untuk menikah karena dijodohkan.

Bagi Jasmine sendiri, dia tak pernah keberatan atau menentang keputusan orangtuanya. Menurutnya, orangtuanya selalu memberikan yang terbaik untuknya. Sehingga jika menerima perjodohan itu bisa membuat orangtua Jasmine bangga, maka ia pun akan melakukannya.

"Suamiku memiliki budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang sama dengan keluargaku jadi ke depannya kami takkan punya masalah menerima tradisi-tradisi berbeda. Jika pernikahan karena perjodohan ini diatur sempurna untukku, untuk apa aku meragukannya? Aku tak perlu memiliki pernikahan dengan cinta hanya untuk menjadi bagian dari budaya modern," papar Jasmine.

Satu Setengah Tahun Kemudian

Ilustrasi./(dok. Pixabay.com/StockSnap)
Ilustrasi./(dok. Pixabay.com/StockSnap)

Jasmine merasa sangat berterima kasih pada orangtuanya yang menikahkannya dengan orang yang tepat. Dia sendiri punya keyakinan bahwa cinta akan tumbuh dengan sendirinya.

Setelah satu setengah tahun berlalu, Jasmine mengungkapkan dirinya sudah membuat banyak kenangan dengan keluarga barunya yang memperlakukannya seperti putri sendiri. Suaminya pun mencintainya dan terus mendorongnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Aku sudah mendatfar di sebuah universitas untuk mengejar gelar master di bidang sastra dan aku sangat bahagia," kata Jasmine. Pernikahan Jasmine memang awalnya karena perjodohan, tapi ternyata dia bisa mendapatkan kebahagiaannya dalam pernikahannya itu.

#ElevateWomen