Menikahlah dengan Seseorang yang Enak Diajak Ngobrol, Ini Alasannya

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Tiap orang pastinya punya standar atau kriteria sendiri terkait pasangan ideal. Apalagi jika sudah berkaitan dengan pasangan untuk diajak menikah dan mengarungi bahtera rumah tangga bersama, maka mencari pasangan yang benar-benar tepat sangatlah penting. Namun, kadang kita masih kesulitan memahami definisi pasangan yang tepat itu yang seperti apa?

Saat membaca buku Menjadi Manusia, Menjadi Hamba ada yang menarik di Bab Pernikahan. Terkait tentang gagasan filsuf Friedrich Nietzsche mengenai pernikahan. Nietzsche memiliki prinsip "jangan menikah karena cinta". Wah, apa maksudnya itu ya?

Menikah karena Cinta Itu Berbahaya

Dijelaskan lagi bahwa menurut Nietzsche, menikah karena cinta itu berbahaya. Alasannya karena cinta romantik itu durasinya bisa habis. Jadi, ketika kita hanya terlibat cinta romantik, hanya cinta pada fisik semata, maka pada saatnya semua itu akan selesai. Memilih seseorang hanya karena ada rasa cinta romantik yang terpaku pada fisik semata tampaknya bukan keputusan terbaik.

Bersama Seseorang yang Asyik Diajak Bicara, Pernikahan Lebih Panjang

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Nietzsche punya pandangan sendiri terkait pernikahan. Dia lebih cenderung menyarankan untuk mencari orang yang asyik diajak bicara. Katanya, cari seseorang yang bisa menjadi "sahabat". Menikahlah dengan orang yang cocok diajak ngobrol.

Menurut Nietzsche, pernikahan yang bagus itu pada dasarnya adalah persahabatan. Bila suami dan istri bergaya bisa seperti sepasang sahabat, biasanya usia pernikahan mereka akan lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan hanya karena cinta yang romantik. Munculnya masalah dalam pernikahan seringkali disebabkan oleh kurangnya persahabatan, bukan kurangnya cinta.

Hubungan persahabatan memang biasanya lebih awet dan tahan lama. Jadi, menurut Nietzsche, satu rumus penting yang perlu diketahui dalam membangun pernikahan adalah carilah "sahabatmu" dalam pernikahan. Atau setidaknya terapkan mode persahabatan dalam pernikahanmu. Wah, menarik juga ya gagasan Nietzsche ini.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri bagaimana? Sepenting apa aspek enak-tidaknya atau asyik-tidaknya seseorang diajak ngobrol untuk dijadikan pasangan hidup?

#ElevateWomen