Menikmati mudik Lebaran di jalur wisata Kabupaten Garut

Sudah dua tahun pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi masyarakat karena adanya pandemi COVID-19 yang membatasi mobilisasi massal dan interaksi orang untuk menghindari penularan wabah.

Namun akhirnya pemerintah tahun 2022 ini mengizinkan seluruh elemen masyarakat untuk mudik di Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, melepas rindu berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Izin mudik itu tentunya disambut antusias oleh semua lapisan masyarakat yang berbondong-bondong pergi mudik agar bisa berlebaran dengan sanak saudara dalam momentum bahagia Hari Raya Lebaran.

Baca juga: Pemkab Garut siapkan wisata Gunung Guntur lebih menarik seperti Bromo

Libur mudik saat Hari Raya Lebaran tentunya tidak akan lengkap jika tidak mengisinya dengan berwisata bersama keluarga maupun orang terdekat untuk menambah kebahagiaan sehingga Lebaran tahun ini semakin berkesan.

Terutama bagi pemudik yang tujuannya ke Kabupaten Garut, Jawa Barat maupun hanya sekadar melintasi daerah yang memiliki banyak julukan yaitu kota dodol, kota intan, kota domba, maupun julukan oleh orang Eropa yaitu Swiss van Java.

Bagi yang mudik ke Garut tidak ada salahnya untuk menikmati berbagai objek wisata mulai dari wisata alam pegunungan, danau, laut dengan pantainya yang membentang dari perbatasan Kabupaten Cianjur sampai Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu, wisata unggulannya yaitu pemandian air panas Cipanas Garut yang lokasinya tidak jauh dari perkotaan Garut, begitu juga wisatawan bisa menikmati wisata kuliner Garut yang mudah ditemui di setiap sudut kota.

Prediksi akan adanya lonjakan kunjungan wisata saat mudik Lebaran 2022, Pemerintah Kabupaten Garut melakukan pembenahan objek wisata, begitu juga sumber daya manusianya agar wisata di daerah ini bisa memberikan kesan menarik.

Baca juga: Pemkab Garut percantik Pantai Sayang Heulang dengan tanam pohon

Bahkan ada juga tempat wisata di Garut yang memiliki perhatian revitaslisasi dari pemerintah pusat dan provinsi, yakni objek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi dengan anggaran revitalisasi senilai Rp100 miliar, dan Pantai Sayang Heulang di Kecamatan Pameungpeuk dengan dana revitalisasi sebesar Rp14 miliar.

Objek wisata tersebut tentunya sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk menyuguhkan tempat wisata yang nyaman dan berkesan bagi pengunjung, khususnya saat momentum libur Lebaran tahun ini.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut mencatat sejumlah objek wisata yang berada di sepanjang jalur mudik di Kabupaten Garut, yaitu mulai dari jalur Kadungora-Leles-Tarogong terdapat wisata Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, lokasi wisata itu cukup terjangkau dengan akses jalan yang mudah dari jalan raya Bandung-Garut.

Selain Taman Satwa Cikembulan, pemudik juga bisa menikmati objek wisata lainnya di jalur tersebut yaitu wisata danau Situ Cangkuang dan wisata budaya Candi Cangkuang di Kecamatan Leles yang jaraknya sama tidak jauh dari jalan raya.

Wilayah itu juga terdapat beberapa destinasi wisata desa, ada juga wisata kuliner yang khas, yaitu makanan kue Burayot yang berjejer di pinggir jalan dengan pembuatannya secara dadakan sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

Baca juga: Jabar gelontorkan Rp14 miliar untuk menata Wisata Sayang Heulang

Selanjutnya, wisata yang menjadi primadona setiap wisatawan yaitu kawasan Cipanas Garut di Kecamatan Tarogong Kaler yang menyuguhkan wisata pemandian air panas alami dari Gunung Guntur, dan juga terdapat banyak hotel mulai dari kelas melati sampai berbintang dengan beragam fasilitas dan keunikannya.

Selain jalur mudik di wilayah Kadungora-Leles-Tarogong, ada juga jalur nasional lintas Limbangan-Malangbong atau wilayah utara Garut yang tidak kalah menarik memiliki objek wisata dengan ciri khas tersendiri.

Objek wisata yang dapat dikunjungi di jalur utara Garut di antaranya kampung bambu di Kecamatan Selaawi, lalu ada juga Desa Wisata Cibiuk, Antapura De Jati, lalu ada juga Situ Bagendit yang baru direvitalisasi, dan sejumlah desa wisata lainnya yang menawarkan berbagai tema.

Selain jalur utama itu, Garut juga memiliki objek wisata lainnya yang akan menjadi daya tarik wisatawan saat musim libur Hari Raya Lebaran yaitu wisata pantai di sepanjang garis pantai perbatasan Kabupaten Cianjur sampai Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga: Polisi perketat prokes cegah penularan COVID-19 di jalur wisata Garut

Wisata pantai di Garut itu berada di sepanjang jalur lintas selatan Jabar dengan kondisi jalan yang bagus dan pemandangannya membentang ke laut Samudera Hindia.

Pemudik yang memanfaatkan jalur selatan Jabar dapat mengunjungi objek wisata Pantai Rancabuaya di Kecamatan Caringin, Puncak Guha, Cicalobak, Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang, dan Pantai Cijeruk.

Selain itu, di jalur selatan Jabar juga telah dibangun tempat menarik yakni miniatur Babancong sebagai ciri khas Kabupaten Garut yang berada di jalan utama perbatasan Garut dengan Kabupaten Cianjur.

Objek wisata Pantai Santolo di jalur selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/Feri Purnama)
Objek wisata Pantai Santolo di jalur selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/Feri Purnama)


Mudik Lintas Selatan

Bupati Garut Rudy Gunawan dalam kesempatan kunjungannya ke Garut selatan menyampaikan bahwa jalur selatan Jabar lintas Cianjur sampai Tasikmalaya itu sudah siap dilalui pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalan nasional lintas Nagreg, Kabupaten Bandung.

Hasil peninjauan wilayah selatan itu, Bupati mengajak pemudik yang dari Jakarta menuju Yogyakarta untuk menggunakan jalur lintas selatan karena jalan yang sudah selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kondisinya bagus, aman dilintasi, dan juga memiliki pemandangan alam luar biasa, yaitu pantai.

Jalan lintas selatan Jabar itu, dipastikan oleh Bupati aman karena sepanjang jalan terdapat empat kantor Kepolisian Sektor, Markas Komando Rayon Militer, juga ada tiga kantor kecamatan, serta melintasi banyak pemukiman rumah warga.

Baca juga: Sektor usaha wisata dan hotel di Garut berangsur pulih

Jalan selatan lintas Garut itu memiliki panjang sekitar 80 km, di sepanjang jalan itu pemudik bisa menikmati objek wisata pantai, dan juga wisata yang menyuguhkan pemandangan laut lepas yaitu di Puncak Guha.

"Ada Puncak Guha, bisa berhenti dulu di situ, ada pemandangan yang bagus," kata Bupati.

Kondisi objek wisata di selatan Jabar itu, diklaim Bupati sudah siap untuk dikunjungi, pengelola wisatanya juga ramah-ramah, begitu juga dengan menu makanan yang disajikan murah-murah, dan terjangkau.

Menurut dia wisatawan yang mudik ke Garut, maupun hanya berwisata menikmati keindahan alam Garut tidak akan menyesal, melainkan akan memberi kesan menarik, terlebih ada wisata yang baru selesai direvitalisasi yaitu Pantai Sayang Heulang.

"Objek wisata yang ada di selatan misalnya, kita sudah siap, ada Sayangheulang, ada juga Puncak Guha, dan juga ada Santolo, ada Cijeruk di sepanjang jalan, ini ada sekitar delapan sampai sembilan objek wisata," katanya.

Hotel dan Resort Rancabango bernuansa alam di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/Feri Purnama)
Hotel dan Resort Rancabango bernuansa alam di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/Feri Purnama)


Sambut Wisatawan

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), begitu juga Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Garut telah bersiap untuk menyambut kunjungan wisatawan saat musim mudik Hari Raya Lebaran.

Kepala Disparbud Garut Budi Gan Gan memastikan semua objek wisata, hotel, maupun restoran sudah siap untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan berkesan bagi setiap pengunjungnya.

Pemerintah daerah, kata Budi, sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan sektor pariwisata untuk menciptakan ilkim pariwisata yang ramah, nyaman, dan berkesan.

Upaya yang sudah dilakukan pemerintah, di antaranya bekerja sama dengan PHRI untuk melatih pelaku usaha sektor pariwisata mulai dari pedagang, pelayan, maupun orang-orang yang terlibat dalam bidang pariwisata terkait cara memberikan pelayanan secara profesional.

"Bekerja sama dengan PHRI melatih semua sumber daya manusianya, mudah-mudahan semuanya sudah siap, artinya SDM itu nanti siap untuk menyambut wisatawan dengan lebih profesional," katanya.

Ketua PHRI Garut Deden Rohim menyatakan pelaku usaha hotel dan restoran sudah siap menyambut kedatangan wisatawan secara maksimal pada momentum libur Hari Raya Lebaran, terlebih selama pandemi COVID-19 kondisi usaha pariwisata terpuruk.

PHRI Garut telah mempersipakan SDM yang lebih profesional untuk memberikan pelayanan yang bagus, mulai dari cara menerima tamu, sampai memiliki berbagai pemahaman dan pengetahuan tentang ciri khas Garut.

"Orang yang bergerak di sektor pariwisata telah diberi pelatihan, dan pemahaman tentang memberikan pelayanan yang baik, karena bagaimana pun juga Garut ini merupakan industri sektor pariwisata," katanya.

Tidak hanya Disparbud, dan PHRI Garut, BPPD Garut juga bergerak untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan pada momentum libur Hari Raya Lebaran yang diprediksi akan banyak pemudik dan pengunjung ke tempat wisata.

Ketua BPPBD Garut Rahmat Khadi menyampaikan, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan pariwisata di Garut kepada khalayak luas, terutama untuk menyambut musim libur Hari Raya Lebaran.

Selain mempromosikan pariwisata, kata dia, pihaknya juga telah mencanangkan program menyediakan kendaraan gratis untuk menjemput wisatawan yang datang di Stasiun Garut pada malam hari untuk menuju hotel tujuan.

Pelayanan angkutan gratis itu, kata Rahmat, merupakan bagian dari strategi untuk memberikan pelayanan prima agar wisatawan tetap nyaman datang ke Garut meskipun tiba di Stasiun Garut pada malam hari.

"Layanan ini diberikan secara gratis dari BPPD sebagai layanan prima untuk wisatawan yang datang ke Garut menggunakan kereta api," katanya.

Ragam pelayanan dan keseriusan pemerintah daerah untuk menyambut wisatawan saat musim mudik Hari Raya Lebaran itu tentunya menjadi harapan bersama mulai tumbuhnya perekonomian masyarakat yang akhirnya bisa memberikan kesejateraan setelah sekian lama diterpa pandemi COVID-19.

Semoga momentum libur Lebaran yang mendongkrak kunjungan wisatawan ke tempat wisata tidak menimbulkan persoalan meningkatnya kembali wabah COVID-19, untuk itu semua pihak memiliki kewajiban untuk menjaga protokol kesehatan dan bersedia divaksin COVID-19. ***3***

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel