Menilik Jejak dan Kolaborasi Azis Syamsudin untuk Lampung

Liputan6.com, Jakarta - Sosok-sosok muda bermunculan dalam kontestasi dan panggung politik. Dari sekian banyak sosok muda, ada nama Azis Syamsudin. Tokoh muda dari Partai Golkar itu malah beberapa kali telah mewarnai jejak politik republik ini. Azis menjadi Anggota DPR RI dari dapil Lampung II sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Meski banyak berkiprah dalam kelindan politik nasional, namun sosok ini dianggap tidak pernah lupa pada kulitnya atau daerah pemilihannya. Lampung merupakan daerah leluhurnya.

Menurut Masyarakat Pemantau Parlemen Eksekutif (MAPPTIF) yang ada di Lampung, Dedy Rohman, saat menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Azis Syamsudin dengan kewenanganya berhasil meyakinkan eksekutif dalam mendorong program-program strategis nasional ke Provinsi Lampung.

"Meski ini sebuah kerja kolektif semua anggota DPR RI dari semua dapil Lampung, namun sebagai Ketua Banggar peran Azis Syamsudin tidak bisa dihilangkan," kata Dedy, Rabu (15/1/2020).

Selain perannya di level nasional, Azis Syamsudin juga banyak menelurkan program-program yang terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat di dapilnya secara khusus, dan Provinsi lampung umumnya.

Dia mencontohkan, dalam eksekusi beberapa usulan masyarakat saat reses, akselerasi keputusan dan komunikasi dengan basis masyarakat berjalan baik, sehingga masyarakat merasakan keberadaan Azis sebagai wakil rakyat.

"Dengan 3 kali masa periode anggota DPR RI sampai sekarang, Azis Syamsudin membuktikan hubungan basis rakyat dengan kolaborasi wakil rakyatnya berjalan dengan baik dan benefit mutual," terangnya.

"Sehingga sosok Azis Syamsudin dan perannya dalam membangun indonesia lewat Provinsi Lampung selalu berjalan dengan baik," tambahnya.

Mendorong Kemajuan bagi Lampung

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih berjabat tangan dengan Ketua Komisi III DPR, Azis Syamsudin sebelum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019). Agenda rapat membahas hasil seleksi calon pimpinan (Capim) KPK. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Lebih jauh Dedy juga berharap, kolaborasi Azis Syamsudin dan masyarakat Lampung lebih besar lagi. Sehingga Lampung bisa mengatasi persoalan inklusi keuangan 61,11 persen dan literasi keuangan 31,19 persen yang masih di bawah level nasional.

Dengan jaringan dan pengalaman yang dimiliki, dia mendorong Azis Syamsudin bisa menjadi tokoh Lampung yang bisa memimpin kaukus 20 anggota DPR RI asal dapil Lampung.

"Sehingga dapat kemajuan-kemajuan yang lebih lagi bagi rakyat Lampung lewat program-program strategis nasional ke Lampung," katanya.

Sementara, Pengamat Hukum Bambang Sukarno Sakti mengatakan, terkait ucapan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa yang menuduh Azis Syamsudin meminta fee 8 persen dari pengucuran dana alokasi khusus 2017, sepertinya cuma omong kosong saja dan tidak bisa dibuktikan dengan kinerja Azis selama ini.

"(Tuduhan) Itu cuma omong kosong saja. Tidak bisa dibuktikan apalagi dibandingkan kinerja beliau (Azis) selama ini," ujar Bambang.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: