Menilik Keutamaan Malam Lailatul Qadar Beserta Tanda-Tanda, Doa dan Amalannya

·Bacaan 5 menit

Fimela.com, Jakarta Dari banyak malam selama Ramadan, ada satu yang diburu banyak orang, namun keberadaannya sangat dirahasiakan. Malam itu disebut lailatul qadar. Secara etimologis, lailatul qadar terdiri dari dua kata, yakni lail atau lailah yang berarti malam hari, sedangkan qadar bermakna ukuran atau ketetapan.

Ada juga yang mengatakan lailatul qadar adalah malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Diturunkannya Alquran sebagai penetapan jalan hidup bagi manusia dengan berpedoman pada Alquran, seperti diungkapkan Abdul Aziz Muhammad As-Salam, dalam buku Menuai Hikmah Ramadhan dan Keistimewaan Lailatul Qadar.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada malam seribu bulan." (QS. al-Qadr: 1-3).

Merujuk pada ayat-ayat tersebut, dijelaskan bahwa kelebihan Lailatulqadar adalah pahala amal ibadah pada malam itu berlipat ganda hingga 29,5 ribu kali. Menurut H. Sulaiman Rasjid dalam buku Fiqh Islam, ayat itu menerangkan bahwa orang yang beramal ibadah pada satu hari pada malam itu akan mendapatkan ganjaran lebih banyak daripada beramal ibadah seribu bulan.

Menurut Sulaiman, dalam menentukan malam Lailatulqadar itu timbul beberapa pendapat dari para ulama. Yang lebih kuat di antara pendapat-pendapat tadi ialah malam ganjil sesudah tanggal 20 bulan Ramadhan, yaitu malam 21, 23, 25, 27, 29, namun yang lebih masyhur ialah malam 27 Ramadan.

Berangkat dari perdebatan penentuan Malam Lailatul Qadar, Fimela.com kali ini akan mengulas keutamaan, tanda-tanda, doa dan amalan yang bisa dilakukan di malam lailatul qadar. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar Credit: pexels.com/David
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar Credit: pexels.com/David

Sebagai malam yang penuh kemuliaan, malam Lailatul Qadar tentunya memiliki keutamaan yang membedakannya dengan malam-malam lain di bulan ramadan. Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat akan turun ke bumi dan memberi syafaat kepada orang-orang yang senantiasa menghidupkan Lailatul Qadar. Allah juga akan melapangkan rezeki bagi orang-orang yang senantiasa meminta dengan tulus dan dikehendaki-Nya.

Segala amalan baik yang dilakukan di malam Lailatul Qadar akan diberikan pahala berlipat ganda. Sebagai malam yang lebih mulia dari 1000 bulan, malam ini tidak bisa disamakan dengan malam-malam lain. Imam Mujahid, qotadah dan ulama besar lain berpendapat bahwa malam ini adalah malam yang begitu mulia dan utama.

Kamu bisa mengerjakan beberapa amalan seperti mendirikan salat, baik salat wajib dan sunah, membaca Alquran, berzikir, dan melakukan kebaikan di malam ini akan mendapatkan ketenangan serta kesejahteraan. Orang-orang yang senantiasa menghidupkan malam ini juga akan dijaga oleh para malaikat yang sedang turun ke bumi.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar Credit: pexels.com/Konevi
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar Credit: pexels.com/Konevi

Tidak ada tanggal pasti mengenai kapan hadirnya malam Lailatul Qadar, namun sejumlah hadis banyak menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan ini jatuh di 10 hari terakhir bulan ramadan. Adapun hadis yang menerangkan tentang malam Lailatul Qadar, yakni:

"Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadan, melebihi kesungguhan Beliau di waktu lainnya. (HR. Muslim).

Maka dari itu, setiap muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amalannya pada sepuluh hari terakhir di bulan ramadan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila malam Lailatul Qadar datang, kita dalam keadaan siap. Adapun tanda-tanda dari malam Lailatul Qadar antara lain adalah:

  • Pada pagi hari matahari akan terbit dalam keadaan jernih, teduh, dan seperti tidak ada sinar.

  • Namun, sinar mentari pagi tidak begitu cerah, tapi teduh dan menenangkan.

  • Di malam Lailatul Qadar, kondisi udara juga tidaklah panas, tidak dingin, tidak berawan dan juga tidak badai.

  • Dan sebagai tanda terakhir, karena malaikat turun ke bumi, maka keadaan terasa sangat tenang, nyaman dan orang-orang akan merasakan kenikmatan tersendiri saat beribadah dengan sungguh-sungguh.

Doa Pada Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Berdoa Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Berdoa Credit: shutterstock.com

Pada malam Lailatul Qadar, sebenarnya umat muslim bisa memanjatkan doa apa saja sesuai dengan keinginan atau permintaan yang ingin dikabulkan. Namun, ada satu doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW yang perlu dipanjatkan saat malam Lailatul Qadar, yakni:

“Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni.”

Artinya: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Doa ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar dari manusia kepada Allah SWT agar diampuni segala dosa-dosanya. Selain diampuni segala dosanya, doa ini juga bertujuan untuk meminta petunjuk kepada Allah agar kehidupannya penuh dengan keberkahan dan diberikan kesabaran yang kuat dalam menghadapi cobaan.

Amalan yang Bisa Dilakukan saat Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Berdoa Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Berdoa Credit: shutterstock.com

Sepertiga terakhir bulan Ramadan adalah waktu yang istimewa untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Agar bisa mendapat kemuliaan malam seribu bulan ini ada sejumlah amalan yang bisa kita lakukan. Dengan menghidupkan malam-malam terakhir bulan Ramadan ini melalui berbagai amalan, peluang kita mendapatkan malam yang lebih baik daripada seribu bulan akan lebih besar.

1. Melakukan iktikaf

Iktikaf adalah berhenti (berdiam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu dengan niat semata-mata beribadah hanya untuk Allah SWT. Iktikaf adalah momen untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dengan melakukan serangkaian ibadah. Ada beberapa syarat untuk sahnya iktikaf, antara lain beragam Islam, sudah baligh, dilaksanakan di masjid (baik masjid jami' maupun masjid biasa), dan memiliki niat iktikaf.

2. Memperbanyak doa

Perbanyak doa di malam-malam sepertiga terakhir bulan Ramadan untuk meningkatkan peluang meraih kemuliaan malam lailatul qadar. Rasulullah SAW memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu. Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul Qodar, apa yang harus aku ucapkan?”, beliau menjawab: “Ucapkanlah; ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ANNA” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani)

3. Membaca Al Qur'an

Dengan niat beribadah hanya pada Allah SWT, membaca Al Qur'an bisa mendatangkan pahala yang berlipat ganda di malam-malam sepertiga terakhir bulan Ramadan. Apalagi bila disertai dengan meresapi arti dan makna dari setiap ayat yang dibaca, kita bisa lebih khusyuk lagi dalam menunaikan amalan ini.

4. Menunaikan sholat malam

Setelah salat tarawih dan tadarusan, kita bisa tidur terlebih dahulu. Lalu saat tengah malam atau menjelang sahur kita bangun untuk menunaikan salat malam. Dengan menunaikan ibadah salat malam ini, maka peluang untuk mendapat malam lailatul qadar juga akan meningkat. Fokuskan ibadah untuk mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

5. Perbanyak taubat

Manusia tak pernah luput dari yang namanya salah dan dosa. Mumpung masih ada waktu di sepertiga terakhir Ramadan, isi malam-malamnya dengan memperbanyak taubat dan permohonan ampun. Kalau bertepatan dengan malam lailatul qadar, berkahnya akan sangat luar biasa.