Menilik Sejarah Dream Catcher, Si Penangkap Mimpi Buruk yang Estetik

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Penangkap mimpi (Dream catcher) zaman sekarang mungkin dapat dilihat dalam bentuk kalung, dekorasi kamar, tato, dan sejumlah produk lainnya. Secara estetika, penangkap mimpi memiliki rupa yang menarik dan masuk akal jika dijadikan sebagai aksesoris.

Penangkap mimpi secara luas dipandang sebagai simbol kesatuan di antara berbagai budaya dan suku asli. Mereka juga umumnya dipandang sebagai indikasi identitas penduduk asli Amerika. Namun, beberapa penduduk asli Amerika percaya penangkap mimpi telah diambil dan diekploitasi secara ofensif oleh non-penduduk asli Amerika.

Di banyak suku asli Amerika, penangkap mimpi asli dibuat dari simpai dan urat pohon dedalu, biasanya dilengkapi dengan benda-benda suci seperti manik dan bulu yang tergantung di bawah pusat lingkaran. Beberapa memiliki kulit melilit bagian kayu yang mengindikasikan keasliannya.

TERKAIT: 7 Arti Mimpi Kesurupan Ternyata Memiliki Makna Baik

TERKAIT: 5 Arti Mimpi Melihat Keluarga Meninggal yang Bikin Penasaran

TERKAIT: 7 Arti Mimpi Menangis Memiliki Arti Kebahagiaan

Penangkap mimpi jika ditelusuri lagi dapat ditemukan di Suku Ojibwe. Orang-orang Ojibwe memulai tren dan seiring waktu penangkap mimpi diadopsi oleh suku budaya, dan bahkan negara lain. Adopsi ini mungkin terjadi melalui proses pernikahan campuran dan perdagangan.

Untuk lebih jelasnya, berikut Fimela.com akan mengulas sejarah dream catcher, si penangkap mimpi buruk yang estetik. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Asibaikaashi, Sang Wanita Laba-Laba Pelindung Mimpi Buruk

Ilustrasi Asibaikaashi Credit: pexels.com/Alice
Ilustrasi Asibaikaashi Credit: pexels.com/Alice

Jika kebanyakan budaya menganggap bahwa laba-laba merupakan lambang hitam atau hal yang kurang baik, tidak berlaku pada orang suku Ojibwe. Laba-laba bagi suku Ojibwe dianggap sebagai simbol perlindungan.

Dikutip dari powwows.com, penangkap mimpi diyakini berasal dari Asibaikaashi yang dikenal sebagai Wanita Laba-Laba. Dia adalah penjaga semua bayi dan orang dewasa Ojibwe. Lama kelamaan, tugas penjagaan ini menjadi berat karena mulai menyebar ke berbagai wilayah di Amerika Utara.

Untuk membantu, para wanita Ojibwe mulai menenun jaring ajaib untuk bayi. Mereka menggunakan lingkaran simpai dan urat pohon dedalu untuk menenunnya, kemudian diberikan kepada anak-anak Ojibwe sebagai media perlindungan. Mantra ini digantung di atas tempat tidur anak-anak untuk menangkap mimpi buruk atau bahaya lain yang mungkin ada.

Memiliki Makna Simbolisme

Ilustrasi Penangkap Mimpi Credit: pexels.com/Tran
Ilustrasi Penangkap Mimpi Credit: pexels.com/Tran

Setiap bagian dari penangkap mimpi memiliki makna yang terkait dengan dunia secara fisik. Salah satu makna pentingnya adalah berbentuk bulat yang mewakili bentuk bola bumi. Jaring ditujukan untuk menyerap mimpi buruk di malam hari dan membuangnya di siang hari.

Bulu-bulu bertindak seperti tangga yang memungkinkan mimpi indah turun pada bayi atau orang dewasa yang sedang tidur.

Meskipun penangkap mimpi muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran, penangkap mimpi asli bentuknya kecil dan sangat sulit ditemukan, serta harus dibuat oleh Ibu. Sementara mayoritas yang ada terbuat dari bahan yang murah dan biasanya berukuran besar.

Bukan hanya sekadar pernyataan mode, penangkap mimpi merupakan kenang-kenangan budaya asli Amerika. Penangkap mimpi adalah simbol suci, berkah seorang ibu kepada anak-anaknya untuk kedamaian dan energi positif.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel