Menilik Sejarah Lampion Cina yang Menjadi Ornamen khas Imlek

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sebagai salah satu kerajinan tangan tradisional Tionghoa, begitu melihat lampion Tionghoa, kita akan tahu itu adalah simbol Tiongkok. Cahaya hangat dan mempesona yang diberikan oleh lentera Cina akan membuat kita mengerti mengapa lentera itu begitu populer dan terkenal.

Asal dan sejarah perkembangannya

Melansir dari topchinatravel.com (9/2), Lentera Cina, jenis lampu kuno yang penting, tercatat digunakan secara luas dan mencapai puncaknya pada abad kedelapan selama Dinasti Tang tengah. Namun pada awalnya dibuat sejak Dinasti Han Barat. Kemudian di Dinasti Han Timur (25 M - 220 M), lentera kertas Cina ditemukan.

Chinese Lantern Festival juga berasal dari Dinasti Han, dengan tujuan membuat kesempatan untuk reuni keluarga dan menandai berakhirnya Tahun Baru Imlek. Lentera, tentu saja, adalah salah satu komponen dekoratif dan fungsional dari festival. Menurut legenda, Kaisar Tang Minghuang biasa meminta pelayan istana untuk menggantung lentera untuk menghiasi Istana Kerajaan Shangyang untuk merayakan Festival Lentera dan berdoa untuk masyarakat yang damai dan negara yang kaya dan kuat.

Ketika Kaisar Zhu Yuanzhang, kaisar pertama Dinasti Ming (1368 - 1644), menjadikan Nanjing sebagai ibu kota, dia meminta anak buahnya untuk meletakkan ratusan ribu lentera air di Sungai Qinhuai. Juga di Dinasti Ming, tetapi pada masa pemerintahan Kaisar Yongle, setelah pemerintah pindah ke Beijing, tiang lampu ditempatkan di Gerbang Meridian (Wu men), dan sebuah pasar lentera didirikan di luar Gerbang Hua.

Awalnya, orang Tionghoa menggantung lentera di depan pintu mereka untuk mengusir roh jahat. Sampai saat ini, lentera telah menjadi simbol budaya tradisional Tiongkok, memainkan peran penting dalam perayaan dan upacara yang tetap popular hingga saat ini.

Karakteristik Lampion Cina

Ilustrasi/copyrightshutterstock/oa55
Ilustrasi/copyrightshutterstock/oa55

Dengan sejarah berumur lebih dari 1800 tahun, pengerjaan lentera China merupakan kombinasi sempurna antara lukisan China, pemotongan kertas, seni kertas, bordir, menjahit, serta fungsi pencahayaan. Bahan untuk membuat lentera Cina antara lain bambu, kayu, rotan, jerami, tanduk binatang, logam, sutra, damask, dan lainnya. Kadang lentera Cina bersifat simbolis. Contohnya, lampion bambu biasanya digunakan untuk acara pemakaman. Lampion yang digantung di candi berwarna kuning, melambangkan ketenangan dan kedamaian. Lampion merah dan lampion istana adalah simbol pernikahan dan perayaan.

Jenis Lampion Cina Paling Terkenal

Lentera Istana Beijing

Seperti namanya, lentera istana digantung di istana kerajaan pada awalnya. Dibuat dari kayu tipis sebagai kerangka kemudian ditutup dengan kain dan kaca. Lentera istana Beijing tradisional terbaik membutuhkan kayu rosewood sebagai kerangka dan sutra tipis atau kaca berpola tradisional sebagai penutupnya. Selain fungsi penerangan, lampion istana juga menjadi koleksi berharga bagi para kolektor lampion Tiongkok.

Lampion Bergaya Suzhou

Berbeda dengan lampion istana Beijing, lampion bergaya Suzhou biasanya memiliki gaya pedesaan. Lentera ini membanggakan sejarah waktu yang dihormati dan keindahan yang lembut. Pada awal Dinasti Song, lentera berkembang menjadi industri kerajinan individu di daerah tersebut. Lampion Suzhou memiliki tampilan yang bermacam-macam, mulai dari burung, bunga, dan ikan hingga pendopo, teras, menara bahkan figur manusia.

Lampion, terutama lampion merah, selalu mengingatkan orang Tionghoa pada festival akbar tradisional Tionghoa. Di hari itu, keluarga Tionghoa akan berkumpul untuk merayakan grand festival dan menikmati lampion yang indah di malam hari.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen