Menilik SMK Komputama Majenang Cilacap, Spesialis 3 Bahasa Asing Berbasis Pesantren

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Cilacap - Tak perlu menjelaskan jika Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sekolah spesisialis keahlian. Tetapi, jika ada ada pertanyaaan, di mana SMK yang berkonsentrasi dengan bahasa Asing, maka SMK Komputama Majenang lah sekolah itu.

SMK Komputama Majenang adalah sekolah berbasis pesantren pertama di Cilacap. Jauh hari sebelum integrasi sekolah dan pesantren, sekolah ini telah ‘leading’ dan memulainya.

Sekolah ini berada dalam naungan Yayasan El Bayan, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. El Bayan sendiri adalah nama pesantren yang riwayatnya terlacak hingga awal 1930-an, di Bendasari, Padangjaya, Majenang, Cilacap.

Berdiri pada tahun 2005, SMK Komputama Majenang sangat cepat berkembang. Terkini,sebanyak 1.275 siswa menutut ilmu di sekolah yang memiliki lima jurusan keahlian ini.

Lima jurusan itu adalah, Teknik Komputer dan Jaringan, Bisnis Daring dan Pemasaran, Animasi, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, serta Perbankan dan Keuangan Mikro. Komputama diperkuat oleh tim yang solid, terdiri dari 50 guru dan 30 tenaga kependidikan dan karyawan.

Memperkuat keilmuan dan SMK ini juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Beberapa di antaranya adalah perusahaan yang kesohor di Indonesia.

“Telah dibuka Kelas Industri Yamaha untuk jurusan TBSM, Kelas Industri Fiber Optik Telkom untuk jurusan TKJ,” kata Kusnana, Kepala SMK Komputama Majenang.

3 Bahasa Asing Prioritas

Siswa SMK Komputama Majenang praktik di lab komputer. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Siswa SMK Komputama Majenang praktik di lab komputer. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Dia menjelaskan, sejak awal berdiri, SMK Komputama Majenang fokus kepada dua hal, yakni skill dan memupuk ketaqwaan. Harapannya, tak hanya melahirkan lulusan yang berkemampuan tinggi, sekolah ini juga melahirkan pribadi-pribadi yang mulia.

Nana menjelaskan, di SMK Komputama bahasa menjadi salah satu yang diprioritaskan. Setidaknya ada tiga bahasa asing wajib di sekolah ini, yakni bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa Mandarin.

Tiap hari, siswa belajar bahasa asing di satu waktu yang disediakan sekolah. Siswa bisa mempelajari dengan leluasa ketiga bahasa asing ini, atau masing-masing mengambil spesialis bahasa asing tertentu, misalnya Inggris.

“Ada apel bahasa asing. Ini yang menjadi program unggulan kami, agar kemampuan bahasa asing siswa semakin terasah,” ucapnya.

Industri 4.0 memang telah menjadikan bahasa asing menjadi salah satu pertimbangan utama. Sebab, pada era sekarang ini, manusia tak lagi terbatasi ruang dan waktu. Media dan internet membuat seluruh belahan dunia terhubung antara satu dengan lainnya.

“Kemampuan baik ditopang dengan kemampuan komunikasi yang baik akan menjadi nilai tambah untuk lulusan Komputama,” ujarnya.

Program Pondok Bahasa

Siswa SMK Komputama Majenang Cilacap berpraktik di fasilitas lab bengkel. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Siswa SMK Komputama Majenang Cilacap berpraktik di fasilitas lab bengkel. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Di SMK Komputama Majenang, siswa tak hanya belajar di sekolah. Tiap siswa diwajibkan mondok setidaknya tiga bulan di Pondok Pesantren El Bayan 2, yang lokasinya berada di satu kompleks dengan sekolah.

Pihak sekolah juga menyediakan asrama gratis di pesantren, jika ada siswa yang berkehendak sekolah sambil mengaji.

“Tiap siswa selama program mondok bisa hapal Jus’amma, belajar Al Quran, kajian kitab kuning,” dia menjelaskan.

Yayasan pun menyadari bahwa pendidikan adalah hak tiap anak. Sebab itu, sekolah tak menerapkan iuran pendidikan maupun pembiyaan yang tinggi. Bahkan, dibanding sekolah dengan reputasi yang sama, SMK Komputama terbilang paling murah.

Sekolah juga menyediakan beasiswa penuhb untuk siswa berprestasi, terutama yang berasal dari kalangan tak mampu. Jika mampu mempertahkan prestasinya, siswa tersebut akan gratis sekolah tiga tahun.

Banyak lulusan SMK Komputama Majenang yang telah berhasil. Sebagian bekerja di bidang keahlian yang dipelajari di sekolah, lainnya berwirausaha. Ada yang menjadi pegawai pemerintah, ada pula yang menjadi pegawai di perusahaan-perusahaan besar.

Wirausaha juga menjadi titik penting bagaimana sekolah berupaya mendorong siswa membuka lapangan kerja untuk orang lain. Makanya, banyak pula anak muda kreatif lulusan SMK Komputama yang melahirkan usaha baru.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: