Meninggal di Pesawat, 12 Minggu Kemudian Perempuan Usia 30 Tahunan Ini Dinyatakan Covid-19

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Seorang perempuan yang dirahasiakan identitasnya meninggal dalam penerbangan yang dia naiki yang juga tidak diidentifikasi nama maskapainya. Melansir dari mirror.co.uk, Hakim Wilayah Dallas Clay Jenkins mengonfirmasi kematian perempuan berusia 30 tahun ini terkait Covid-19 sekitar 12 minggu setelah kematiannya pada 25 Juli 2020.

Perempuan asal Garland, Texas ini sempat diberi oksigen saat pesawat menunggu di landasan pacu sebelum penerbangan dari Arizona ke Texas. Dalam laporan NBC 5 Dallas Forth Worth, ia sempat diberi oksigen karena mengeluh masalah pernapasan.

Hakim Jenkins mengumumkan kasus kematian tersebut bersama 592 kasus lebih lanjut karena Amerika Serikat terus mengalami lonjakan kasus Covid-19. Ia juga menambahkan jika kematian perempuan usia 30 tahun menjadi pengingat jika tidak ada batasan usia di Covid-19.

Usia Tidak jadi Jaminan

ilustrasi perjalanan dengan pesawat | pexels.com/@jason-toevs-1047869
ilustrasi perjalanan dengan pesawat | pexels.com/@jason-toevs-1047869

"Saya ingin mengingatkan orang-orang untuk tetap waspada dan berpikiran jika mereka tidak terkalahkan dari Covid-19 karena tidak berada dalam risiko tinggi," ujar Hakim Jenkins.

Informasi lainnya yang didapat dari Dallas Country juga menyebutkan jika perempuan tersebut dalam kondisi kesehatan yang berisiko tinggi. Minggu lalu, ancaman risiko virus corona di Dallas County dinaikkan ke level tertinggi karena gelombang baru dan peningkatan cepat dari kasus Covid-19 yang melanda Texas Utara.

Simak video berikut

#ChangeMaker