Meninggal karena COVID-19, Nenek Ini Pulang 9 Hari Usai Dikubur

Adinda Permatasari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang nenek mengejutkan keluarganya karena kembali ke rumah, padahal sembilan hari sebelumnya dia dinyatakan sudah meninggal dan dikubur. Insiden ini terjadi karena adanya kesalahan identitas.

Kesalahan nama membuat keluarga Spanyol dari Rogelia Blanco sedih saat mereka diberi tahu bahwa Blanco meninggal dunia karean COVID-19 pada 13 Januari dan dimakamkan keesokan harinya.

Karena protokol COVID-19, mereka pun tak bisa hadir di pemakaman, demikian dilaporkan koran Spanyol La Voz de Galicia.

Jadi, ketika Rogelia Blanco pulang dalam keadaan baik dan sehat ke panti wreda di Xove, Spanyol utara, pada Sabtu, suaminya langsung menangis.

Raman Blanco, yang juga tinggal di panti yang dengan istrinya, sangat terkejut ketika tahu bahwa ternyata wanita yang sekamar dengan Rogelia yang meninggal dunia.

"Aku tidak percaya. Aku menangis, setelah kematian istriku," ujarnya kepada koran itu dilansir laman Mirror.

Yayasan San Rosendo, yang mengelola panti itu, menduga kabar keliru tersebut muncul setelah Rogelia terinfeksi virus corona dan dipindahkan ke tempat perawatan lain dengan pasien lainnya yang juga positif.

"Di antara lansia yang dipindahkan adalah dua wanita yang berada dalam satu kamar," ujar yayasan itu, menurut koran La Voz de Galicia.

Mereka dipindahkan ke tempat tinggal Os Gozos di Pereiro de Aguiar, 223km dari Xove, pada 19 Desember.

"Kesalahan identifikasi saat proses pemindahan dari Xove ke Pereiro de Aguiar membuat salah satu dari mereka disertifikasi pada 13 Januari, meskipun terjadi kesalahan identitas," lanjut mereka.

Menurut surat kabar Spanyol, yayasan itu mengungkapkan penyesalan atas insiden tidak mengenakkan itu. Pengadilan juga sudah diinformasikan untuk mengoreksi kesalahan atas kematian Blanco tersebut.