Meninggal karena Wabah Covid-19, Apakah Mati Syahid?

·Bacaan 1 menit

VIVA – Wabah virus Covid -19 di Tanah Air sungguh mengkhawatirkan. Dari hari ke hari data yang diumumkan pemerintah semakin menanjak. Wabah tersebut telah menyebar ke 34 provinsi seluruh Indonesia. Tulisan singkat ini ingin mengulas, bahwa menurut syariat Islam seorang Muslim yang meninggal karena thoun (wabah), termasuk wabah Covid -19 tergolong Muslim yang mati syahid.

A. Secara etimologis atau harfiyah Syahid berasal dari kata syahida yasyhadu syahadatan, artinya menyaksikan, orang yang benar-benar menyaksikan. Ulama dan Mantan Anggota Komisi Ukhuwah MUI DKI Jakarta, KH Drs Syarifuddin Mahfudz MSi menyebutkan, para Ulama memberikan penjelasan tentang kalimat tersebut.

1. “Mereka akan menyaksikan pahala dan kemuliaan yang Allah SWT berikan kepada mereka pada saat mereka meninggal dunia “. 2. Mereka menyaksikan datangnya para Malaikat yang menaungi mereka dengan sayap-sayap mereka di saat-saat kematian “. 3. “Orang yang mati syahid itu menyaksikan dunia dan akherat “. B. Secara terminologis atau istilah Orang yang mati dalam perang melawan orang kafir dalam menegakkan agama Allah, dan yang mati karena sebab-sebab tertentu, seperti dinyatakan dalam hadits-hadits sabda Rasulullah saw.

SUMBER ASLI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel