Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Ini Tuntutan Keluarga Trio

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pihak keluarga almarhum Trio Fauqi Virdaus meminta Kementerian Kesehatan tidak terlalu lama diam terkait kasus yang menimpa Trio. Jika tidak ada juga penjelasan rinci soal penyebab meninggalnya Trio, pihak keluarga menilai kasus ini sengaja dibiarkan hilang begitu saja.

"Kami tunggu rilis dari Kemenkes publish, kalau terlalu lama berarti mereka membiarkan masalah ini hilang begitu saja," ucap Kakak kandung Trio, yaitu Sabbihis Fathun Vickih (32) saat dikonfirmasi, Senin 2 Agustus 2021.

Pihak keluarga juga meminta salinan autopsi almarhum karena sebagai keluarga berhak atas hal itu. Vickih minta pertanggungjawaban pemerintah atas apa yang menimpa almarhum adiknya.

"Kita akan minta sesuai Undang-Undang itu pertanggungjawaban pemerintah bahwa ada korban KIPI. Benar enggak? Sudah autopsi lho," katanya.

Lebih lanjut dirinya mengaku sebelum kasus yang menimpa almarhum adiknya terjadi Vickih sejatinya sudah mendaftar juga untuk menerima vaksin. Tapi, karena kuota penuh ia belum juga divaksin. Apabila divaksin, ia menegaskan tidak mau memakai AstraZeneca.

"Jadinya saya akan bicara bahwa tidak mau divaksin dengan AstraZeneca. Mungkin kalau vaksin yang lebih baik saya akan mau, atau vaksin yang lainnya Sinovac, saya akan mau. Atau mungkin lebih bagus lagi segera rilis itu vaksin Nusantara lebih jelas buatan anak negeri, kalau ada apa-apa gampang diluar kita kesampingkan masalah politik yang ada. Saya tidak ikut campur," katanya lagi.

Pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus (22) meninggal dunia satu hari pasca menerima vaksin COVID-19 dari AstraZeneca yang diikutinya lewat program vaksinasi dari PT Pegadaian, tempat dia bekerja di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 5 Mei 2021 lalu. Trio berpulang pada 6 Mei 2021.

Sudah dikebumikan, lantas jenazahnya diautopsi pada Senin, 24 Mei 2021, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah mendapat persetujuan dari keluarga. Pada 27 Juli 2021, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendatangi kediaman almarhum di Buaran, Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel