Menjadikan Jakarta Kota Ramah Seni Lewat Teknologi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak sektor yang terkena imbas dari wabah pandemi, yang melanda Indonesia sejak tahun lalu dan sampai saat ini masih dirasakan oleh masyarakat. Menurunnya aktivitas di luar ruangan atau out of home, membuat para pelaku industri yang bergantung dari hal itu mengalami dampak yang luar biasa.

Berbagai upaya dilakukan, untuk bisa tetap bertahan di tengah badai virus yang belum diketahui kapan akan berakhir. Termasuk, memanfaatkan teknologi alat hitung. Seperti yang dilakukan oleh Jaris and K sebagai anak perusahaan PT Trimedia Imaji Rekso Abadi, yang bergerak dalam bidang media luar ruang OOH.

“Cobaan awal pandemi itu luar biasa, kami sendiri bingung karena ini baru pertama kali dan dirasakan oleh semua perusahaan. Semua brand minta review kontraknya, itu momen paling menyedihkan. Pandemi tidak ada duanya," ujar Chief Executive Officer Jaris and K, Komarudin Fuad melalui keterangan resmi, dikutip Rabu 25 Agustus 2021.

Mereka tetap berusaha bertahan di masa pandemi dengan terus berinovasi, salah satunya yakni dalam bentuk revenue calculator. Strategi yang memanfaatkan alat hitung keuntungan ini dilakukan, dengan menyesuaikan biaya yang dimiliki oleh brand untuk kemudian dibuatkan iklan.

“Semua brand sebenarnya punya uang, tapi terbatas. Cara yang dilakukan yaitu revenue calculator. Jadi, berapa pun brand punya uangnya, kami ambil," tuturnya.

Komarudin menjelaskan, meski dana yang tersedia tidak besar tapi value brand tidak dirugikan. Sebagai contoh, belum lama ini mereka meluncurkan campaign kolaborasi dengan para seniman Jakarta dalam ekshibisi instalasi seni pada pilar MRT.

Mengusung tagar #UntungGuediJakarta, kampanye ini digerakkan untuk mendukung para seniman yang membutuhkan medium berekspresi melalui karya mereka di masa pandemi, serta menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah seni.

“Banyak sekali pesan positif dari seniman berkebutuhan khusus yang disampaikan untuk warga Jakarta, yang mengajak dan meminta mereka memilih gigih di masa pandemi ini,” ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel