Menjaga Asa Kebangkitan Pariwisata Pulau Sangiang Usai Vaksinasi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Serang - Warga Pulau Sangiang, salah satu pulau terluar di Banten, mendapatkan [vaksinasi Covid-19]((4661701 "") dan bantuan sembako dari alumni Akabri 1999, yang dikenal dengan sebutan Base 99. Menembus perairan Selat Sunda, mereka berangkat dari Pelabuhan Paku, Anyer, menempuh jarak sejauh 8 mil, menggunakan kapal Ditpolairud Polda Banten.

"Pelaksanaan vaksinasi dan penyerahan sembako ini merupakan implementasi dari perintah Kapolri dan Panglima TNI, yang memotivasi tiap angkatan di Akabri menggelar vaksinasi dan bantuan sosial ke masyarakat terdampak Covid-19," kata ketua panitia, Kombes Pol Calvin Simanjuntak, Minggu (10/10/2021).

Vaksinasi Covid-19 di salah satu pulau terluar Banten tidaklah mudah, panitia berusaha meyakinkan warga bahwa vaksin aman dan ampuh mengurangi risiko keparahan jika terpapar Covid-19.

"Perlu treatment dan komunikasi intens untuk meyakinkan masyarakat Pulau Sangiang agar mau divaksin," kata Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga, Minggu (10/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bangkitkan Pariwisata Bahari

Total, ada 105 paket sembako yang dibagikan ke masyarakat Pulau Sangiang, untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Menurut Shinto, perekonomian warga Pulau Sangiang ikut terdampak pandemi Covid-19. Karenanya, dengan vaksinasi, diharapkan pariwisata di pulau yang indah itu bisa kembali ramai dikunjungi wisatawan.

"Kita optimis bahwa vaksinasi yang dilakukan di Pulau Sangiang ini akan memotivasi pelaku usaha wisata untuk bangkit kembali dan wisatawan akan kembali intens berkunjung ke Pulau Sangiang, untuk menikmati keindahan alam baharinya dengan sehat dan disiplin protokol kesehatan," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel