Menjajal Kereta Cepat Saudi: Fasilitas Nyaman dan Pemandangan Indah

Merdeka.com - Merdeka.com - Kereta Haramain Highspeed Railway (HHR) melaju cepat dalam hitungan sepersekian detik. Meninggalkan area peron Stasiun Al Sulimaniyah, Jeddah, yang sunyi sepi hari itu.

Saya dan sejumlah teman bergegas masuk rangkaian ke sembilan. Seorang petugas pria menyambut. Dia tersenyum melihat kami lari tergopoh-gopoh dari arah eskalator. Kami memang hampir terlambat saat itu. Karena kereta benar-benar berangkat tepat waktu. Pukul 14.32 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kami akhirnya memilih berangkat dari Stasiun Al Sulimaniyah, Jeddah. Alasannya, lebih dekat dengan penginapan. Selain Al Sulimaniyah, stasiun kereta cepat di Jeddah bisa ditemui di airport dan King Abdul Economic City (KAEC) Jeddah. Stasiun kereta cepat juga ada di Makkah.

Kemudian, kami memilih tujuan ke Madinah Al Munawwarah, Arab Saudi. Kami juga sengaja menjadwalkan kepulangan dengan kereta cepat. Alasan utamanya, ingin merasakan sensasi menaiki kereta cepat milik Saudi. Selain itu, mempersingkat perjalanan agar tidak terlalu lelah. Bila dengan mobil, jarak 415 kilometer Jeddah-Madinah butuh waktu tempuh 4-5 jam. Sedangkan dengan kereta cepat cukup dua jam kurang.

HHR Train beroperasi setiap hari. Tetapi, jadwal keberangkatannya berbeda-beda. Tergantung dari stasiun dipilih. Hal sama berlaku saat pembelian tiket. Tiket bisa dibeli langsung lewat Vending Mechiane atau memesan lewat aplikasi HHR Train.

Hari itu, untuk rute Stasiun Al Sulimaniyah menuju Stasiun Madinah, saya mendapat tarif 189 SAR.

Fasilitas Kereta

rev1
rev1.jpg

Saya duduk di kursi 34 kelas ekonomi. Tepat di sebelah jendela. Dalam hitungan menit, kereta melaju dengan lembut tanpa deru mesin. Beberapa saat kemudian melesat kencang.

Kursi dilapisi kain bercorak pink. Di setiap gerbongnya, terdapat fasilitas tempat penyimpanan barang bawaan. Juga sebuah kamar kecil di area sambung antar gerbong.

Layar kecil tergantung di lorong kereta. Layar menampilkan informasi kecepatan kereta, lokasi terkini, jam dan suhu.

Selama di perjalanan, jangan takut kelaparan. Sebab di dalam kereta, terdapat kafetaria. Tetapi menunya tidak banyak. Hanya beberapa cake, kopi dan teh. Tidak ada makanan berat.

Pemandangan Memukau

Sejauh mata memandang ke arah jendela. Membuat hati terus berucap Alhamdulillah. Sebab bisa melihat lebih dekat indah jejeran gunung batu kokoh berdiri dan hamparan gurun.

Tampak beberapa ekor unta dilepas liar. Hati berdecak kagum. Memuji indahnya ciptaan Illahi. Meski tak hijau, tetap memukau.

Karena kursi tidak terlalu penuh, saya coba berpindah tempat duduk. Untuk menikmati pemandangan dari arah berbeda. Benar saja, sama indahnya. Hingga syukur tak henti terucap.

Saking asyiknya menikmati kenyamanan kereta. Ditambah pemandangan indah. Tidak disangka, perjalanan saya dengan HHR harus terhenti. Kereta tiba di Madinah tepat 1 jam 45 menit, atau kurang dari dua jam.

Saya tiba pukul 15.40 WAS. Sungguh puas rasanya bisa menikmati kereta cepat dengan bonus pemandangan yang luar biasa indahnya. Rasanya tak menyesal merogoh kocek dalam-dalam.

Buat Anda yang akan berhaji atau sedang melaksanakan umrah, saya sarankan wajib mencoba kereta cepat ini. Karena sangat menghemat waktu dan tenaga. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel