Menjajal Kualitas Dashcam yang Terpasang pada Mitsubishi Xpander

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mengendarai kendaraan bermotor merupakan salah satu kegiatan paling berisiko terjadi kecelakaan. Meski cara berkendara kita sudah sesuai aturan dan berhati-hati, namun tetap saja bisa terlibat insiden baik karena masalah teknis pada kendaraan maupun akibat pengguna jalan lainnya.

Sebagai contoh, ketika kita sedang mengendarai mobil, tiba-tiba ada sepeda motor atau mobil yang menyalip dan menyenggol mobil kita. Jika ingin meminta pertanggungjawaban tentu kita harus memiliki bukti atau setidaknya ada saksi mata yang menyaksikan dan membenarkan jika kesalahan ada di pihak pengendara motor.

Namun jika tidak memiliki bukti maupun saksi, bukan tidak mungkin cek-cok atau adu mulut yang terjadi. Hingga akhirnya menyita perhatian banyak orang dan membuat kerumunan bahkan kemacetan.

Sebuah insiden kecelakaan terekam dashcam Blackvue Cloud SPA98001. (Liputan6.com)
Sebuah insiden kecelakaan terekam dashcam Blackvue Cloud SPA98001. (Liputan6.com)

Ujung-ujungnya, jika merasa tidak enak karena membuat kemacetan maka kedua pihak berlalu begitu saja dan kalau begini tentu saja kita yang dirugikan. Kasus seperti ini sering kali terjadi di jalanan.

Oleh karena itu, mobil kesayangan Anda perlu dipasang dashboard camera atau dashcam. Fungsi dashcam sendiri untuk merekam segala sesuatu saat mobil dikendaraai. Dengan begitu, kita memiliki bukti yang kuat jika terjadi apa-apa.

Salah satu dashcam yang baru-baru ini Liputan6.com coba adalah Blackvue Cloud SPA98001 yang terpasang pada Mitsubishi Xpander. Dashcam dihubungkan ke sumber listrik mobil, alias power outlet, dan secara otomatis akan aktif dan langsung merekam setiap kali mobil dinyalakan.

Dashcam Blackvue Cloud SPA98001. (Liputan6.com)
Dashcam Blackvue Cloud SPA98001. (Liputan6.com)

Perangkat ini memiliki resolusi full HD 1080P, 60 FPS dengan wide angle view 139 derajat, dan ruang penyimpanan berupa memori eksternal MicroSD card.

Dashcam ini dilengkapi Sony Starvis CMOS Sensor teknologi pixel bercahaya belakang yang digunakan dalam sensor gambar CMOS untuk aplikasi kamera pengintai.

Selain itu, terdapat pula sensitivitas 2.000 mV atau lebih per 1 square micrometre sehingga dapat mewujudkan kualitas gambar yang tinggi dalam visible-light dan near infrared light regions.

Untuk melihat hasil rekaman dashcam ini ada dua cara, pertama dengan melepas MicroSD card untuk dipasang ke komputer, dan kedua dengan melalui aplikasi mobile pendukung.

Hasil rekaman disuguhkan dalam format file MP4 dengan demikian mudah untuk diputar diberbagai perangkat pemutar video.

Melihat Hasil Rekaman

Menariknya, durasi rekaman pada dashcam Blackvue Cloud SPA98001 dipatok satu menit atau 60 detik. Dengan begitu kita dapat lebih mudah mendapatkan file video yang diinginkan tanpa harus menonton secara keseluruhan.

Asyiknya, sistem penyimpanan memiliki siklus format otomatis. Jadi file video paling awal akan langsung digantikan untuk memberi ruang file terbaru. Dengan begitu, kita tidak perlu repot memantau dan menghapus file video yang sudah terekam di MicroSD.

Melihat hasil rekaman dashcam menggunakan aplikasi Blackvue lebih praktis lagi. Caranya, tinggal hubungkan dashcam dan smartphone menggunakan koneksi WiFi. Jika sudah tersambung, file video dashcam bisa dilihat melalui galeri video pada smartphone kita.

Tidak cuma bisa melihat hasil rekaman, melalui aplikasi ini kita juga bisa mengunduh file video yang diinginkan ataupun menghapus video yang sudah dipilih.

Bicara soal hasil rekaman dashcam berbanderol Rp 3,970 juta (di luar PPN) ini, tangkapan gambar yang dihasilkan tergolong jernih baik penggunaan saat siang dan malam atau di tempat minim penerangan. Suara yang tertangkap juga sama baiknya.

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel