'Menjauhlah' - Supporter Jerman diperingatkan jelang dimulainya Bundesliga

Berlin (AFP) - Bundesliga akan kembali bergulir pada Sabtu di stadion tanpa penonton, tetapi para penggemar Jerman diperingatkan agar menjauh dan pihak berwenang memperingatkan pertandingan bisa dihentikan jika terlalu banyak pendukung yang berkumpul di luar lapangan.

Sepak bola Jerman akan menjadi kompetisi pertama di antara liga-liga top Eropa yang kembali dilanjutkan setelah dua bulan dihentikan akibat penyebaran virus corona, tetapi strateginya penuh dengan risiko.

Di negara gila sepak bola yang memiliki jumlah penonton rata-rata tertinggi di dunia, bisakah para pendukung diusir menjauh dari stadion?

Di Saxony, markas RB Leipzig, klub peringkat ketiga, akan menjadi tuan rumah menghadapi klub papan tengah Freiburg pada Sabtu, dan Menteri Dalam Negeri Roland Woeller telah mengeluarkan ancaman secara tegas.

"Fans tidak boleh memanfaatkan pertandingan di stadion tertutup sebagai alasan untuk berkumpul di depan stadion atau di tempat lain," katanya.

"Ini bisa menyebabkan pertandingan dihentikan."

Kekhawatirannya bisa dibenarkan.

Beberapa ratus penggemar berkumpul di Moenchengladbach ketika tuan rumah mengalahkan Cologne 2-1 pada 11 Maret - satu-satunya pertandingan liga Jerman sebelumnya dimainkan stadion tanpa penonton, hanya beberapa hari sebelum lockdown.

Eintracht Frankfurt juga telah meminta kepada pendukung mereka sebelum mereka melanjutkan musim mereka melawan 'Gladbach pada Sabtu.

"Kami sudah banyak berbicara dengan penggemar kami dan berkata: 'dengarkan teman-teman, jangan muncul di stadion'," direktur olahraga Frankfurt Fredi Bobic mengatakan kepada ESPN.

Di bawah aturan yang berlakukan untuk liga Jerman musim ini, tim tuan rumah bertanggung jawab untuk memastikan penggemar tidak mencoba mendekati stadion untuk mendukung tim mereka dari kejauhan.

Setelah berminggu-minggu perencanaan cermat dan pengujian massal pemain dan staf pendukung, akan menjadi mimpi buruk bagi Bundesliga jika para penggemar ingin menggagalkan upaya pemulihan yang belum terkendali sepenuhnya.

Christian Seifert, CEO Bundesliga, tidak mengharapkan penggemar untuk mengikuti para pengamat yang takut mereka akan berkumpul di luar lapangan meskipun acara publik besar-besaran dilarang di Jerman.

Seifert menuduh para pengamat meramalkan bahwa penggemar sepak bola akan gagal untuk menghormati permintaan tersebut dan mengimbau agar menahan diri untuk membuat "pernyataan yang menjeneralisasi".

Bos Bundesliga itu mengatakan semua pembicaraan yang dia lakukan mengenai masalah ini "tidak memberikan indikasi" bahwa para pendukung akan berkumpul.

Broadcaster Sky telah setuju untuk menyiarkan beberapa pertandingan pada Sabtu di saluran free-to-air, akan berusaha menghilangkan kekhawatiran bahwa para penggemar akan berkumpul di bar atau tempat-tempat umum yang berlangganan layanan bayar per tayang.

Namun, Seifert mengatakan mereka akan mengambil setiap langkah yang masuk akal untuk mencegah penggemar bertemu, "tanggung jawab DFL berakhir pada titik tertentu".

Yang penjadi pusat perhatian pada pertandingan Sabtu adalah pertemuan antara Borussia Dortmund di kandang Schalke dalam derby Ruhr, pertandingan yang biasanya mampu menarik 82.000 penonton ke Signal Iduna Park.

Selain itu, pertandingan tersebut akan tercatat sebagai peristiwa pertama kalinya pertandingan ini dimainkan secara tertutup sejak dimulai pada tahun 1925.

Stadion-stadion besar Jerman - misalnya Allianz Arena yang sangat besar milik Bayern Munich memiliki 75.000 - akan tetap kosong.

Ada kekhawatiran di kancah sepak bola Jerman bahwa 'Ultras' - penggemar garis keras yang sering membuat ulah di stadion - akan kehilangan pengaruh mereka di klub yang mereka dukung.

Beberapa kelompok pendukung garis keras ini menentang pertandingan tanpa penonton, karena mereka merasa inisiatif tersebut didorong oleh alasan finansial.

Klub-klub sangat ingin menyelesaikan musim liga sebelum 30 Juni untuk mendapatkan sekitar 300 juta euro ($ 324 juta) dari kontrak TV.

Helen Breit dari kelompok suporter sepakbola nasional "Unsere Kurve" (Kurva Kita) mengatakan dia menolak untuk menonton pertandingan tanpa penggemar di televisi.

"Bagi saya, sepakbola ada di stadion," katanya kepada surat kabar yang bermarkas di Munich, Sueddeutsche Zeitung.

"Saya telah pergi ke hampir setiap pertandingan Freiburg selama lebih dari sepuluh tahun dan menonton sepak bola di TV bukanlah pilihan bagi saya."

Kelompok lain merasakan dimulainya kembali sepakbola selama pandemi, yang telah merenggut 7.500 nyawa di Jerman, menunjukkan bagaimana sepak bola profesional yang sedang "sakit".

"Kelanjutan musim ini akan menjadi olok-olok belaka dari masyarakat," kata kelompok Ultras di Jerman dalam pernyataan bersama bulan lalu.

"Sepak bola profesional cukup sakit dan harus tetap di karantina."

Tetapi bagi sebagian besar penggemar, keputusan untuk memainkan sembilan pertandingan tersisa di stadion kosong adalah terbaik dari situasi yang buruk.