Menjelang Ramadhan, IHSG ditutup anjlok hingga 121,64 poin

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup terkoreksi jelang puasa Ramadhan.

IHSG ditutup melemah 121,64 poin atau 2 persen ke posisi 5.948,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 23,68 poin atau 2,61 persen ke posisi 882,81.

"Menjelang bulan Ramadhan, biasanya transaksi bursa menjadi sepi dan menyebabkan terjadinya koreksi indeks. Rendahnya kinerja retail sales di Indonesia per Februari menjadi minus 18,1 persen juga disikapi negatif oleh para pelaku pasar," kata Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji di Jakarta, Senin.

Baca juga: Bursa Australia merosot, terseret saham sumber daya dan real estat

Selain itu, lanjut Nafan, kenaikan kasus COVID-19 baru secara global merupakan juga sentimen negatif bagi pasar.

Dibuka menguat, IHSG tak lama langsung melemah dan tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 3,56 persen, diikuti sektor properti dan real estat serta sektor energi masing-masing minus 3,26 persen dan minus 2,9 persen.

Baca juga: Saham Korea Selatan "rebound", terdongkrak pembelian ritel investor

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp270,79 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.089.012 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,13 miliar lembar saham senilai Rp9,56 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 379 saham menurun, dan 137 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 229,33 poin atau 0,77 persen ke 29.538,73, Indeks Hang Seng turun 245,52 poin atau 0,86 persen ke 28.453,28, dan Indeks Straits Times terkoreksi 16,3 poin atau 0,51 persen ke 3.168,24.

Baca juga: Saham Tokyo ditutup jatuh, dipicu kekhawatiran naiknya kasus COVID-19