Menjemput Rezeki di Masa Pandemi dengan Modal Rp100 Ribu

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Nike Tesalonica

Awal tahun 2020 adalah permulaan tahun yang cukup sulit bagi sebagian orang. Pandemi yang tiba-tiba saja terjadi menggoncangkan segala aspek kehidupan sehari-hari. Mulai dari kesehatan, sosial, bahkan ekonomi.

Tempat-tempat usaha banyak yang terpaksa tutup, begitu pula dengan berbagai macam kegiatan yang akhirnya banyak dibatasi. Dan semua hal tadi membuat aku terpaksa diberhentikan sementara dari tempatku bekerja. Pembatasan sosial dan alasan kesehatan menjadi penyebab utamanya.

Pekerjaanku yang bertemu dengan puluhan hingga ratusan customer dinilai terlalu berisiko sehingga membuat perusahaan mengambil langkah untuk menghentikan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan direct selling kepada customer. Aku terdampak. Sungguh sial nasibku. Pikirku demikian.

Awal mula pandemi aku masih bertahan dengan sisa gajiku. Hingga masuk ke bulan berikutnya, habislah sudah uang tabunganku. Perhiasanku pun satu per satu sudah kujual. Perkiraanku meleset, ternyata pandemi masih berlangsung. Panggilan untuk bekerja kembali yang sudah begitu kuharapkan juga tak kunjung datang dari perusahaan. Hingga pada suatu titik, uang di dompetku tersisa 100 ribu rupiah saja.

Baru mulai berpikir keraslah aku. Apa yang harus aku lakukan. Uang 100 ribu ini harus menjadi sesuatu. Uang ini harus kugandakan. Akhirnya aku memutar otak mencari cara agar bisa bertahan hidup.

Setelah berpikir dan merenung cukup lama, aku teringat bahwa aku suka memasak. Dan beberapa teman yang sudah pernah mencoba masakanku, mereka memuji dan berkata masakanku enak. Akhirnya kuberanikan diri untuk membuat makanan olahan dari ikan. Pampis Ikan Manado.

Banyak Pesanan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/miya227
Ilustrasi/copyrightshutterstock/miya227

Dari uang 100 ribu tadi, kubelanjakan ikan dan bumbu-bumbu. Kutawarkan door-to-door ke beberapa teman. Dan juga kupasarkan melalui IG story maupun story Whatsappku. Terjual habis semuanya. Uang 100 ribu sudah berkembang.

Keesokan harinya kubuat PO, dan tak kusangka banyak yang memesan. Hingga berlangsung hari demi hari, minggu demi minggu, masakanku mulai dikenal. Dipromosikan dari mulut ke mulut, berkat bantuan teman-temanku yang membantu promosi dari IG story pribadi mereka yang memberi testimoni. Hingga akhirnya kini aku melayani puluhan order setiap open PO nya. Bahkan pesanan dari luar kota banyak berdatangan.

Dari sini aku belajar, bahwa satu pintu tertutup maka pintu lain akan dibukakan. Asal rajin dan mau bekerja, rezeki pasti akan menghampiri. Bahwa sesuatu yang dirasa membawa kesialan. Justru bisa berubah menjadi berkah. Yang awalnya aku bekerja di perusahaan, menerima perintah dari atasan, kini aku yang memegang kendali atas “perusahaanku” sendiri.

Bekerja dari rumah, menjadi bos bagi “perusahaanku”. Ya begitulah, kehidupan memang penuh dengan kejutan. Ikuti dan nikmati saja setiap prosesnya. Karena perjalanan masih panjang. Banyak hal yang masih bisa diraih, dikembangkan dan diinovasikan lagi dengan usahaku. Aku tidak ingin cepat puas, dan berusaha agar berkembang pesat.

Selalu bersyukur dan jangan terlalu berlarut-larut dalam keterpurukan. Selalu cobalah untuk melihat segala sesuatu dengan perspektif positif dan pastikan untuk mau dan bisa beradaptasi dengan keadaan.

#ChangeMaker