Menjual ragam wisata Maluku Utara melalui Sail Tidore 2022

Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Maluku Utara, melakukan berbagai upaya untuk mengajak wisatawan dari dalam dan luar negeri berbondong-bondong menghadiri dan menikmati event pariwisata bertajuk Sail Tidore 2022, yang akan digelar di Tidore pada 24-29 November 2022.

Pemkot Tidore Kepulauan bersama sejumlah kementerian terkait meluncurkan Sail Tidore di Jakarta, serta mempromosikan agenda pariwisata nasional itu melalui media masa nasional dan jaringan digital serta mendorong pelaku usaha Biro Perjalanan Umum untuk memprogramkan paket wisata ke Tidore.

Wali Kota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim, optimistis melalui semua upaya itu target kunjungan wisatawan di Sail Tidore 2022 sebanyak 50 ribu orang dapat tercapai. Apalagi, saat ini tidak ada lagi pembatasan perjalanan seiring dengan semakin terkendalinya pandemi COVID-19.

Dengan jumlah wisatawan sebanyak itu, selain akan semakin menyemarakkan penyelenggaraan Sail Tidore 2022, juga akan memberi kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat di Tidore kepulauan.

Bahkan, dampak dari kunjungan wisatawan sebanyak itu, akan dinikmati pula kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate yang menjadi jalur keluar masuk wisatawan dari luar Malut yang akan ke Sail Tidore 2022.

Ali Ibrahim memastikan wisatawan akan merasa puas ketika menyaksikan berbagai kegiatan yang ditampilkan selama penyelenggaraan Sail Tidore 2022, seperti kegiatan malam hiburan rakyat yang akan menyuguhkan atraksi budaya unik dan sarat pesan kebaikan.

Kepuasan serupa juga akan dirasakan wisatawan ketika mereka mengunjungi berbagai objek wisata menarik di daerah kelahiran pahlawan nasional Sultan Nuku itu, baik objek wisata bahari, objek wisata alam maupun objek wisata sejarah.

Objek wisata bahari di Tidore Kepulauan yang bisa dinikmati wisatawan, diantaranya keindahan panorama bawah laut, atraksi unit ikan lumba di perairan Pulau Mare dan Pulau Maitara yang keindahannya diabadikan dalam uang kertas seribu rupiah.

Sedangkan objek wisata alam yang diyakini Wali Kota Ali Ibrahim akan banyak diminati wisatawan yang hadir di Sail Tidore 2022 adalah taman burung di kawasan Taman Nasional Aketa Jawa Nolobata di daratan Pulau Halmahera.

Di kawasan taman burung itu dapat disaksikan beragam burung paruh bengkok, seperti kakak tua jambul putih dan nuri hijau serta berbagai jenis burung lainnya, termasuk burung bidadari yakni burung endemik Halmahera yang keindahan bulunya tidak kalah jika dibandingkan dengan burung cendrawasih di Papua.

Objek wisata alam Gunung Kie Matubu juga bisa dinikmati wisatawan, khususnya mereka yang suka mendaki Gunung. Objek wisata ini selain menawarkan tantangan saat melakukan pendakian, juga saat berada di puncak. Dari puncak, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan laut biru dan pulau-pulau di sekitarnya, diantaranya Pulau Ternate yang di tengahnya menjulang Gunung Api Gamalama.

Museum Bawah Laut

Khusus objek wisata sejarah di Kota Tidore Kepulauan yang dapat dinikmati wisatawan, tidak hanya berupa benteng peninggalan kolonial dan Kedaton Kesultanan Tidore, tapi ada juga museum bawah laut di Tanjung Rum dan Tanjung Tunguai.

Museum bawah laut di kedua lokasi itu merupakan lokasi tenggelamnya kapal Jepang dan kapal China pada 500 tahun silam dengan muatan meriam, guci dan berbagai benda keramik lainnya yang masih dapat disaksikan sampai saat ini.

Dengan tawaran nilai sejarah tersebut diprediksi akan banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi objek wisata museum bawah laut di Tanjung Rum dan Tanjung Tongawai itu. Sebab, itu merupakan satu-satunya museum bawah laut yang ada di Indonesia.

Selain objek wisata sejarah tersebut, Tidore Kepulauan juga memiliki cerita sejarah penting mengenai pelayaran mengelilingi dunia yang dilakukan oleh Magellan dan Sebastian del Cano dari Spanyol dan Elkano asal Portugis pada abad ke-15 untuk mencari asal rempah-rempah, yang kala itu merupakan komoditas paling berharga di Eropa.

Magellan dan Sebastian del Cano berangkat dari titik yang sama di Spanyol, namun melewati jalur berbeda, yakni Merhein melalui jalur barat sedangkan Elkano melalui jalur timur yang kemudian bertemu di Tidore dan atas dasar itulah mereka menyimpulkan bahwa dunia bulat.

Beragam kuliner tradisional di Kota Tidore Kepulauan yang akan disajikan selama penyelenggaraan Sail Tidore 2022 akan menjadi sesuatu yang mengesankan bagi wisatawan karena menurut Walikota Ali Ibrahim kuliner tradisional itu tidak saja unik tapi juga memiliki cita rasa yang enak.

Salah satu kuliner tradisional yang akan disajikan adalah gohu ikan yakni daging ikan cakalang mentah yang dicincang halus kemudian dicampur air jeruk dan aneka bumbu serta air guraka yakni minuman kesehatan dari bahan gula merah, santan, jahe, kayu manis dan buah kenari.

Untuk cendera mata, telah disiapkan beragam produk kerajinan, baik yang dihasilkan para perajin maupun pelaku usaha UMKM di Kota Tidore Kepulauan serta kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara, seperti tenunan Tidore, batik Ternate, kerajinan besi putih serta aneka produk olahan rempah seperti sirup pala dan kopi rempah

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maluku Utara, Tahmid Wahab, akan mengupayakan wisatawan yang menghadiri Sail Tidore 2022 mengunjungi pula objek wisata di kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara, seperti di Kabupaten Pulau Morotai dan di Kabupaten Halmahera Selatan.

Kabupaten Pulau Morotai memiliki sejumlah objek wisata bahari yang keindahannya sudah terkenal hingga ke luar negeri, seperti Pulau Dola dan objek wisata sejarah penginggalan Perang dunia II.

Sedangkan di Kabupaten Halmahera Selatan ada objek wisata Pulau Widi yang menyajikan keindahan pasir putih dan panorama bawah laut serta keunikan 99 gugusan pulau kecil di sekitarnya, selain itu objek wisata pantai guraici yang keindahannya dikagumi wisatawan dari mancanegara.