Menkes: 1,56 juta Vaksin Pfizer yang Datang Hari Ini Melalui Transaksi Bisnis

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan 1.560.780 dosis pfizer yang tiba hari ini merupakan hasil kerjasama bussiness to bussiness (B to B) antara negara Amerika dan Indonesia.

"Vaksin yang diterima Indonesia terdiri dari beberapa perjanjian bussiness to bussiness, kerjasama multilateral dan hibah dari negara tetangga. Kedatangan vaksin Pfizer ini bussiness to bussiness--deal Indonesia dengan pihak Pfizer di Amerika," katanya dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan di laman YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (19/8/2021).

Menurut Menkes, ada 4 jenis vaksin COVID-19 yang memiliki perjanjian bisnis dengan Indonesia yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Novavax.

"Tiga dosis dari tiga vaksin tersebut sudah mengirimkan dosis pertama. Sedangkan 50 juta dosis vaksin Novavax masih menunggu persetujuan dari FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) yang akan keluar dalam waktu dekat."

Vaksin Astrazeneca dari Belanda

Menkes melanjutkan, selain menerima Pfizer sebanyak 1,56 juta dosis, Indonesia juga hari ini menerima 450.000 dosis tahap pertama dari 3 juta vaksin Astrazeneca yang merupakan hibah dari Pemerintah Belanda.

“Diharapkan sampai akhir tahun, kita bisa mendapatkan 50 juta dosis dari Pfizer secara business to business, sekitar 20-30 juta dosis vaksin Astrazeneca dari business to business untuk melengkapi 175 juta dosis vaksin Sinovac,” kata Menkes.

Sementara itu, Menteri luar negeri Retno Lestari Marsudi mengatakan, sebanyak 567.500 dosis vaksin AstraZeneca dan 5 juta dosis vaksin sinovac akan diterima besok.

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel