Menkes: 34 Pasien Varian Omicron di Indonesia Sudah Sembuh dan Kembali Rumah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus Covid-19 varian omicron di Indonesia saat ini berjumlah 152. Namun, Menkes Budi Sadikin menyampaikan sebanyak 34 pasien saat ini sudah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing.

"23 persennya atau 34 orang sudah sembuh dan sudah kembali ke rumah," ujar Budi Gunadi dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/1/2022).

Dia menyebut pasien Omicron di Indonesia umumnya tidak memiliki gejala atau orang tampa gejala (OTG). Kendati ada pasien yang bergejala, namun tidak berat dan sampai membutuhkan oksigen.

"Dari 152 yang masuk ke Indonesia itu lebih setengahnya adalah tanpa gejala, setengahnya lagi adalah sakit ringan yang artinya tidak membutuhkan oksigen, saturasi yang masih di atas 95 persen," jelasnya.

Menurut dia, tidak ada pasien Omicron di Indonesia yang membutuhkan penanganan dan perawatan serius di rumah sakit. Bahkan, kata Budi, pasien cukup hanya diberikan obat atau vitamin saja.

"Kita melihat sampai sekarang tidak ada yang membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit. Cukup dikasih obat dan vitamin, mereka sudah bisa kembali ke rumah," tutur Budi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Siapkan Fasilitas Kesehatan

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para menteri untuk menyiapkan fasilitas kesehatan. Hal ini untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

"Saya ingin ingatkan kembali langkah-langkah yang harus kita lakukan, utamanya mengenai persiapan fasilitas-fasilitas kesehatan yang kita miliki. Baik pusat maupun daerah," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Senin (3/1/2022).

Dia menyampaikan saat ini sudah terjadi transmisi penularan lokal Covid-19 varian Omicron sehingga prosedur mitigasi harus disiapkan dengan matang. Terlebih, pembelajaran tatap muka dan work from office atau bekerja di kantor sudah mulai dilakukan.

Jokowi juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri mengawasi proses karantina para pelaku perjalanan luar negeri. Hal ini mengingat kasus Omicron di Indonesia didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri.

"Saya minta betul-betul utamanya yanf terkait dengan Omicron ini adalah karantina bagi yang datang dari luar negeri. Jangan ada lagi dispensasi-dispensasi, apalagi yang bayar-bayar itu kejadian lagi," jelas Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel