Menkes apresiasi perusahaan yang mampu produksi alkes di dalam negeri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi alat kesehatan di dalam negeri sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi kesehatan di Indonesia.

"Alat kesehatan ini bagian dari transformasi kesehatan. Obat, vaksin, alat kesehatan itu kalau bisa 50 persen diproduksi dalam negeri. Astra sudah lakukan ini, kami terima kasih," kata dia saat melakukan kunjungan fasilitas produksi dan peluncuran alat kesehatan dalam negeri PT Astra Komponen Indonesia di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Dia berharap perusahaan di Indonesia dapat terus mengembangkan alat kesehatan dan memproduksinya di dalam negeri, mengingat besarnya potensi pasar industri kesehatan.

Baca juga: Kemenkes permudah prosedur pengadaan alkes impor dan dalam negeri

Dalam kesempatan itu, PT Astra Komponen Indonesia meluncurkan produk alat kesehatan dalam negeri (AKD) yaitu USG 2D, antropometri set dan sterilization autoclave. Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk Hamdhani Dzulkarnaen Salim mengatakan ini sebagai kontribusi terhadap kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri.

Hal ini, juga sambung dia, untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia serta mendukung suksesnya program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tentang produksi alat kesehatan dalam negeri yang menjadi bagian dari ketahanan nasional.

"PT Astra Komponen Indonesia melakukan diversifikasi bisnis untuk produk non-otomotif berupa alat kesehatan sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor dengan bersinergi antar perusahaan di dalam PT Astra Otoparts Tbk," jelas Hamdhani.

USG 2D, antropometri set dan <em>sterilization autoclave, </em>alat kesehatan yang diluncurkan PT Astra Komponen Indonesia di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2022). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
USG 2D, antropometri set dan sterilization autoclave, alat kesehatan yang diluncurkan PT Astra Komponen Indonesia di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2022). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Hamdhani mengatakan, perusahaannya bekerja sama dalam riset dengan perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada serta memberdayakan UMKM untuk pembuatan sebagian komponen sehingga memiliki nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) melebihi nilai minimum yang disyaratkan oleh Pemerintah.

Dia menambahkan, berkaca dari pandemi COVID-19 yakni saat kebutuhan dan pemenuhan alat kesehatan belum berimbang, maka ini merupakan saat yang tepat bagi semua pihak saling bersinergi dan berkontribusi untuk membangun ketahanan alat kesehatan dalam negeri.

Hal ini, sambung dia, agar Indonesia lebih siap dalam menghadapi masa sulit yang tidak dapat kita prediksi di masa mendatang.

Baca juga: Kemenperin minta rumah sakit gunakan ventilator karya anak bangsa

Baca juga: Kemkes: Butuh multidisiplin ilmu produksi alkes dalam negeri

Baca juga: LaNyalla: Dukungan untuk produksi alat medis anak bangsa masih kurang