Menkes Bantah Isu Kekurangan Oksigen di Sejumlah Rumah Sakit

·Bacaan 2 menit

VIVA – Isu soal menipisnya stok oksigen akibat meningkatnya kasus COVID-19 beberapa hari belakangan ini begitu ramai berembus. Namun Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menepis isu tersebut dan menyebut bahwa persediaan oksigen saat ini masih cukup.

"Oksigen kami sampaikan bahwa oksigen yang ada cukup," kata Budi dalam virtual press conference, Jumat 25 Juni 2021.

Lebih lanjut, dijelaskan Menkes, terkait dengan isu menipisnya stok oksigen di Jawa Tengah itu lantaran operasional pabrik oksigen di Jawa Tengah sempat terhenti lantaran aliran listrik yang terganggu.

"Kemarin isu di Jawa Tengah itu memang pas ada kondisi pabriknya sempat berhenti karena aliran listrik yang terganggu sebentar. Tapi karena mesinnya butuh waktu untuk start up kembali lagi, jadi membutuhkan waktu," ujar Budi.

Untuk mengatasi hal itu, ia telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memastikan suplai listrik tetap terjaga. Sehingga operasional pabrik oksigen tidak terganggu.

"Kita sudah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan suplai listriknya konsisten untuk seluruh pabrik oksigen di Jawa agar mereka bisa berproduksi penuh dan tidak terganggu operasinya," ujar Menkes.

Budi menjelaskan, kapasitas produksi oksigen di Indonesia sebagian besar untuk oksigen industri. Di mana 75 persen itu untuk oksigen industri dan hanya 25 persen untuk oksigen medis.

"Kami sudah mendapatkan komitmen dari supplier oksigen ini. Mereka bisa mengalihkan yang kapasitas oksigen industri ke oksigen medis, karena kapasitas oksigen industri bisa diisi oleh perusahaan-perusahaan oksigen asing lainnya," jelas Budi.

Menkes menambahkan, ada satu produsen oksigen lokal yang memproduksi hampir 90 persen oksigen di rumah sakit yang berkomitmen untuk siap menyuplai oksigen ke rumah sakit.

"Ada satu produsen oksigen lokal yang memproduksi hampir 90 persen oksigen di rumah sakit. Kapasitas perusahaan tersebut baru terpakai 25 persen, 75 persen disuplai di industri. Komitmen dari perusahaan ini adalah 75 persen siap disuplai di rumah sakit, sehingga kita punya room lebih cukup," kata dia.

Di sisi lain, Budi Gunadi Sadikin juga menjelaskan jika ada masalah dengan pabrik oksigen di Jawa Tengah untuk bisa melaporkan. Sehingga pemerintah bisa mengantisipasinya dengan mengirimkannya dari pabrik di Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Pabrik oksigen ada 4 di Jawa Barat, 1 di Jawa Tengah, 4 di Jawa Timur. Kita sudah berdiskusi dengan produsen oksigen ini, agar kalau ada sesuatu yang terjadi di Jawa Tengah, karena pabrik oksigennya hanya 1, kita bisa langsung mengisi truk asal dari Jawa Barat atau Jawa Timur," kata Menkes.

Ia juga memastikan pergerakan truk pengangkut oksigen ini aman ketika ingin mendistribusikan tabung oksigen.

"Truk ini besar, tersedia juga. Jumlahnya cukup. Kita sudah koordinasi dengan panglima dan Kapolri untuk memastikan pergerakan truk besar ini aman. Jadi tidak ada masalah ini aman, karena digunakan untuk mengangkut oksigen," tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel