Menkes berharap akselerasi booster capai 70 persen populasi

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan akselerasi vaksinasi dosis penguat atau booster di Indonesia diharapkan bisa menembus 70 persen populasi sasaran.

"Saya lihat di seluruh dunia, tidak ada negara yang bisa mencapai (target vaksinasi) 100 persen. Jadi saya jujur, gak mungkin tercapai, yang penting di atas 70 persen sudah baik," kata Budi Gunadi Sadikin usai peluncuran Platform SatuSehat di Jakarta, Selasa.

Budi mengatakan dalam 15 bulan terakhir sebanyak 205 juta jiwa penduduk Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 berupa dosis lengkap primer hingga booster. Total suntikan yang diberikan mencapai 410 juta dosis.

"Paling yang harus kita tingkatkan itu booster, dan makanya kita mengedukasi masyarakat supaya bisa (memperoleh perlindungan yang lebih baik)," ujarnya.

Baca juga: Menkes harap jumlah penerima vaksin COVID-19 dosis ketiga meningkat

Baca juga: Presiden minta agar vaksin booster lebih mudah diterima masyarakat


Dilansir dari Dashboard Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI hari ini, capaian dosis booster berkisar 26,38 persen atau setara 54,9 juta dosis, dosis dua 81,57 persen atau setara 169,8 juta dosis dan dosis satu 97,12 persen atau setara 202 juta dosis dari target sasaran 208 juta jiwa penduduk Indonesia.

Menurut Budi perlindungan vaksin booster dapat mencegah keparahan sakit saat terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 sehingga tidak perlu menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Vaksin booster, kata Budi, menjadi perlindungan yang penting di samping kepatuhan pada protokol kesehatan, menyusul temuan varian baru di tengah masyarakat seperti subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang kini mendominasi di Indonesia.

Selain itu, muncul tiga kasus subvarian Omicron BA.2.75 yang dialami sejumlah pelaku perjalanan di dalam negeri.

"Kita identifikasi ada tiga pasien BA.2.75, satu di Bali yang dialami seorang turis dan dua di Jakarta. Penularan bersifat lokal," katanya.

Baca juga: Menkes: Vaksin Merah Putih digunakan sebagai booster dan anak

Baca juga: Menkes: Kerja sama berbagai pihak percepat program vaksinasi booster

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel