Menkes Berharap Kasus COVID-19 di Kota Bogor Tak Seperti Kudus

·Bacaan 1 menit

VIVAMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak warga Bogor agar menjadikan lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai pelajaran untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sebagai orang kelahiran Bogor, ia mendoakan agar tidak terjadi kasus lonjakan COVID-19.

"Kita berdoa Bogor jangan kaya Kudus. Ya, sama seperti itu, karena protokol kesehatannya kurang ketat; begitu ada kejadian, laporannya kurang disiplin, sehingga akibatnya meledak naik," ujar Budi saat meninjau vaksinasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), Kota Bogor, Selasa, 1 Juni 2021.

Pemerintah tengah mengatur tenaga medis di rumah sakit untuk menangani pasien, termasuk mendatangkan tenaga media dari luar Kudus.

Melihat kondisi itu, Budi mengingatkan agar masyarakat Bogor selalu mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Terutama pakai masker itu bisa mengurangi penularan 90 sampai 95 persen. Karena kalau enggak [melakukan itu] kasihan dokter-dokternya karena mereka yang terpapar. Tolong bantu rekan-rekan kita, bantu orang tua kita, dengan cara menjaga protokol kesehatan—itu yang penting," katanya.

Sebanyak 156 tenaga kesehatan di Kudus positif terpapar COVID-19. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus, jumlah pasien positif aktif mencapai 1.000 orang. Sebanyak 972 orang di antara mereka menjalani isolasi mandiri dan 298 dirawat di rumah sakit.


#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19