Menkes Budi Gunadi: Kalau Sudah Vaksinasi COVID-19, Jangan Merasa Seperti Superman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa sesudah vaksinasi COVID-19, masyarakat jangan merasa seperti Superman. Ini karena kita tetap bisa tertular Virus Corona atau Sars-CoV-2 penyebab COVID-19 meski sudah disuntik vaksin sampai dosis kedua.

"Banyak yang bertanya, habis divaksin, kenapa bisa kena COVID-19? Perlu Saya sampaikan, pembentukan optimal antibodi itu 28 hari sesudah vaksinasi kedua. Maksimal imun terbentuk usai suntikan kedua," kata Budi saat meninjau vaksinasi di kediaman dinas Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2021).

"Jadi, pesan Saya, kalau sudah divaksin, jangan merasa seperti Superman, kemudian jalan-jalan, enggak pakai masker ke mana-mana. Setelah penyuntikkan dosis kedua, imunitas meningkat. Tapi apakah masih bisa tertular? Ya, masih, kita enggak bisa tiba-tiba jadi superman. Semua virus bisa saja masuk ke tubuh kita, termasuk COVID-19," Menkes melanjutkan.

Dalam hal ini, Virus Corona tetap bisa masuk ke tubuh meski kita sudah divaksinasi. Namun, bukan berarti manfaat vaksinasi COVID-19 tidak ada. Ketika Virus Corona masuk, antibodi tubuh yang terbentuk dari vaksinasi tetap melawan.

"Kalau virus masuk bisa cepat dilawan sama antibodi. Adanya imunitas dari vaksin ya mudah-mudahan andaikan kita terkena COVID-19, virusnya bisa cepat hilang dan tidak usah masuk ke rumah sakit," kata Budi Gunadi.

"Kalaupun masuk ke rumah sakit ya tidak sampai dirawat, karena memang antibodi kita sudah ada," Budi menekankan

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Vaksinasi COVID-19 Lindungi Orang Lain yang Belum Divaksin

Seorang lansia saat disuntik vaksin Covid-19 saat kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19, Jakarta, Senin (15/3/2021). Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 bagi lansia ini berlangsung pada 8 Maret hingga 10 Mei 2021. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Seorang lansia saat disuntik vaksin Covid-19 saat kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19, Jakarta, Senin (15/3/2021). Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19 bagi lansia ini berlangsung pada 8 Maret hingga 10 Mei 2021. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Vaksinasi COVID-19, lanjut Budi Gunadi Sadikin juga melindungi orang lain yang belum divaksin. Terlebih lagi orang yang rentan terpapar COVID-19, seperti lansia dan yang punya komorbid ataupun yang lemah imunitasnya.

"Walaupun sudah divaksinasi, kita tetap masih bisa kena dan menularkan virus Corona kepada orang lain. Sementara itu, alhamdulillah, kita menjadi lebih kuat untuk melawan virusnya, tapi belum tentu orang lain yang belum divaksin seperti kita kuat," lanjutnya.

"Oleh karena itu, demi orang lain yang lebih lemah daripada kita, tetaplah pakai masker cuci tangan, dan jaga jarak."

Budi juga mengatakan, vaksin COVID-19 Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi lansia termasuk aman. Diharapkan para lansia yang menjadi penerima vaksin COVID-19 tidak perlu khawatir dan ragu divaksin.

"Vaksin ini aman buat senior (lansia) kita. Mudah-mudahan ini bisa memberikan keyakinan kepada kita, bahwa vaksinasi itu aman," katanya.

Infografis 9 Tips Lansia Tetap Sehat Bebas Covid-19

Infografis 9 Tips Lansia Tetap Sehat Bebas Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis 9 Tips Lansia Tetap Sehat Bebas Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: